Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Minggu (18/9), Jahja Setiaatmadja melepas 1 juta saham BBCA dalam dua kali transaksi, masing-masing sebesar 500.000 lembar saham. Pada transaksi pertama, Jahja menjual 500.000 lembar saham BBCA dengan harga Rp 8.725 per saham.
Pada transaksi pertama, Jahja memperoleh sebesar Rp 4,36 miliar dari hasil divestasi tersebut. Adapun tujuan transaksi untuk renovasi rumah dengan status kepemilikan saham langsung.
Atas transaksi itu, saham Jahja di BCA berkurang menjadi 40,31 juta lembar dari sebelumnya tercatat 40,81 juta lembar. Pada transaksi kedua, Jahja juga melepas 500.000 lembar saham BBCA dengan harga yang sama, yakni Rp 8.750 per saham.
Dari transaksi kedua, Jahja mendapat tambahan dana sebesar Rp 4,37 miliar. Corporate Secretary BCA Raymon Yonarto yang meneken laporan kepemilikan saham BCA kepada OJK mengungkapkan, transaksi yang dilakukan Jahja tersebut adalah untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung.
Adapun total saham yang digenggamnya sekarang tersisa 39,81 juta lembar saham BBCA dari sebelumnya sebanyak 40,31 juta lembar. Selain Jahja, Direktur BCA Tan Ho Hien juga melepas 500.000 lembar saham dengan harga Rp 8.500 per saham pada Rabu (14/9).
Raymon menjelaskan, tujuan transaksi Tan Ho Hien adalah penjualan dengan status kepemilikan saham secara langsung. Transaksi ini membuat kepemilikan saham Tan Ho Hien menjadi 14,49 juta lembar, dari 14,99 juta lembar sebelumnya.
Sebagai informasi, Jahja Setiaatmadja adalah seorang bankir senior yang saat ini memimpin bank dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Saat ini dia menjabat sebagai Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja tercatat lahir di Jakarta, 14 September 1955 dengan nama Tio Sie Kian. Pada 2018, Jahja pernah tercatat sebagai The Best Chief Executive Officer (CEO) dari Majalah SWA.
Sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur BCA (2005-2011), terakhir Jahja bertanggung jawab atas Bisnis Perbankan Cabang, Divisi Tresuri, Divisi Perbankan Internasional, dan kantor perwakilan di luar negeri.
Lalu, sempaat menjabat sebagai Direktur BCA (1999-2005) dan telah menduduki berbagai posisi manajerial di BCA sejak tahun 1990. Sebelum bergabung dengan BCA, beliau menjabat sebagai Direktur Keuangan di salah satu perusahaan otomotif Indonesia terkemuka, PT Indomobil (1989-1990).
Selain itu, pernah menjabat berbagai posisi manajerial di salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, PT Kalbe Farma (1980-1989), terakhir sebagai Direktur Keuangan. Adapun kariernya pertama pada tahun 1979 sebagai akuntan di sebuah perusahaan akuntansi (Price Waterhouse). (*/r) Editor : Syahriani Siregar