Kegiatan yang diikuti sekitar 140 peserta ini merupakan kerja sama Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Saudi Arabia
Ustaz Harjani Hefni, salah satu peserta kegiatan ini mengatakan para peserta konferensi berasal dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina, Laos, Myanmar, Vietnam, Timor Leste, serta Arab Saudi.
"Hadir sejumlah narasumber, terdiri atas ulama, akademisi, dan pimpinan organisasi masyarakat Islam dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Kerajaan Arab Saudi," katanya.
Menurut Ustaz Harjani, pada saat pembukaan, Menteri Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi sebagai penggagas kegiatan ini menyatakan bahwa tema khairu ummah sangat penting, sebab umat ini akan unggul kalau memiliki sikap wasath (pertengahan).
Wasath harus wujud dalam kata, perbuataan dan sikap. Ummat yang wasath akan mengembangkan nilai rahmat dan kasih sayang dengan seluruh manusia. Sumber utama lahirnya pandangan wasath adalah dipahaminya al Quran dan sunnah dengan pemahaman yang benar.
Konferensi yang mengangkat tema khairu ummah ini dibuka Wakil Presiden Republik Indonesia. Dalam sambutannya, kata Harjani Wakil Presiden menyatakan harapannya agar acara ini bisa melahirkan manusia unggul yang berakhlak mulia di masa sekarang.
"Dipilihnya Bali sebagai tempat penyelenggaraan oleh Wapres dipandang dapat mengirim pesan bahwa Indonesia memiliki kematangan dalam bertoleransi," papar Harjani.
Adapun para pembicara secara umum berusaha untuk menajamkan faktor-faktor yang bisa mengangkat umat ini menjadi umat terbaik. Di antara faktor utama adalah berislam secara wasath, pentingnya persatuan, dan pentingnya memperhatikan lembaga keluarga untuk melahirkan generasi khairu ummah.
"Di tengah upaya untuk mewujudkan khairu ummah, di depan kita banyak sekali tantangan yang harus kita sikapi," ujar Harjani.
Tantangan itu, di antaranya sulit membedakan mana berita atau pun informasi yang benar dan mana yang salah. Menurutnya, lualitas berita seperti ini berakibat kepada kualitas manusia.
"Sebagai salah satu peserta, saya menganggap risalah konferensi ini sangat penting untuk disampaikan kepada banyak kalangan agar manfaatnya dirasakan lebih besar,"pungkasnya. (mrd/r) Editor : Salman Busrah