PONTIANAK - Setelah sukses karya yang dibukukan berjudul Hijrah Ekstrem, Mirani Mauliza kembali meluncurkan buku keduanya yang berjudul Hijrah Qalbu. Peluncuran buku tersebut dilaksanakan Qubu Resort, Kubu Raya, Minggu (22/1).
Buku kedua ini merupakan buku yang ia tulis berdasarkan kisah hidupnya sendiri yang sempat berada di titik terendah hidupnya, yakni mengalami kebangkrutan, dipenjara, hingga kembali sukses.
Mirani Mauliza mengatakan bahwa bila saat ini ada yang sedang dalam ujian Allah SWT dan berada di titik terendah, hendaknya introspeksi diri atau bermuhasabah, kemudian memperbaiki diri. Allah memberikan ujian dan masalah agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik.
Ia menceritakan bahwa dirinya pernah mengalami kebangkrutan hingga menanggung hutang miliaran rupiah dan terpaksa dipenjara. Tetapi berkat dukungan orang tua, suami, mertua, dan keluarga, dirinya mampu bangkit melewati cobaan tersebut.
Ada 10 Dosa yang ia muhasabah agar pertolongan Allah segera datang. Sepuluh dosa tersebut adalah syirik, meninggalkan salat, tidak memuliakan orang tua, berbuat zina, memakan harta haram, meminum khamr, memutus silaturahmi, berbohong, kikir, dan ghibah.
"Bila saat ini ada yang sedang dalam titik terendahnya, yang harus dilakukan pertama yakni perbaiki dulu hubungan kita dengan Allah, cara memperbaikinya dengan tobat, kita list apa dosa-dosa kita, kita muhasabah, lalu kita perbaiki hubungan dengan Allah,"terangnya.
Ia mengatakan, banyak orang bahkan dirinya dulu ketika merasa sukses, lupa terhadap keluarga, tidak memuliakan orang tua dan keluarga, serta lebih dahulu menyenangkan orang lain.
Banyak orang lupa bahwa kesuksesan yang dicapai merupakan dukungan orang tua, doa orang tua.
Kepada anak - anak muda saat ini, ia berpesan saat ini merupakan moment untuk Berperan bukan Baperan.
Apa yang ditanam itulah yang akan manusia panen. Oleh sebab itu, dia berpesan sebaiknya tanamlah kebaikan sejak saat ini agar dimasa yang akan datang akan senantiasa mendapatkan kebaikan.(sti/ser) Editor : Siti Sulbiyah