Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dua Pesawat ke Turki Tiba di Ankara, WNI Luka Sudah Terima Pengobatan

Syahriani Siregar • Jumat, 10 Februari 2023 | 15:36 WIB
PERTEMUAN BILATERAL: Presiden Jokowi mengisi KTT G20 di Hotel Apurva Kempinski, Badung, Bali Selasa (15/11) dengan sejumlah pertemuan bilateral. Salah satunya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. (SETNEG)
PERTEMUAN BILATERAL: Presiden Jokowi mengisi KTT G20 di Hotel Apurva Kempinski, Badung, Bali Selasa (15/11) dengan sejumlah pertemuan bilateral. Salah satunya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. (SETNEG)
JAKARTA - Mabes TNI memastikan bahwa dua pesawat TNI AU bakal bertolak ke Turki dan Syria hari ini (10/2). Keduanya akan membawa tim advance dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas. Selain bertugas membantu korban gempa bumi di sana, mereka juga akan mendata kebutuhan yang paling esensial. Sehingga tim kedua yang dikirim ke Turki dan Syria membawa bantuan sesuai dengan kebutuhan para korban.

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono kemarin (9/2). ”Tim advance dulu dari Basarnas dan BNPB (yang berangkat ke Turki dan Syria),” kata dia usai menutup Rapat Pimpinan (Rapim) TNI di Museum Satria Mandala, Jakarta. Tim tersebut diterbangkan ke Turki dan Syria menggunakan pesawat angkut Boeing 737 dan C-130 Hercules. Data kebutuhan korban gempa bumi di Turki dan Syria, akan ditindaklanjuti.

Yudo memastikan, tim yang berangkat ke Turki dan Syria hari ini bukan yang pertama. ”Yang dibutuhkan (korban gempa bumi di Turki dan Syria) akan kami kirim berikutnya,” ujar orang nomor satu di TNI tersebut. Apapun kebutuhan para korban gempa tersebut bakal diupayakan untuk dipenuhi oleh Pemerintah Indonesia. ”Mungkin tenaga kesehatan, tim zeni, atau mungkin tim anjing pelacak untuk mencari korban,” tambahnya.

Sambil menunggu data dari tim advance tersebut, TNI bersama instansi terkait lainnya akan mengumpulkan dan menyiapkan bantuan. Dengan data dari tim advance, Yudo yakin persiapan pengiriman bantuan tahap kedua akan lebih matang. Karena itu, salah satu concern tim advance di sana adalah mendata seluruh kebutuhan korban gempa bumi. Baik di Turki maupun di Syria. “Fokus (mencari tahu) yang dibutuhkan di sana.

Terpisah, kemarin Polri juga telah memastikan akan mengirimkan tim untuk membantu korban musibah gempa bumi di Turki. Sedikitnya ada 26 orang yang dikirim untuk meringankan korban korban gempa bumi itu. Mereka terdiri atas tiga unsur. Yakni tim medis, tim disaster victim identification (DVI), dan tim K9 atau anjing pelacak.

Kepala Baharkam Polri Komjen Arief Sulistyanto mengatakan bahwa dari 26 orang tersebut terdapat dokter spesialis, perawat serta pawang K9. Mereka diharapkan bisa meringankan penderitaan korban gempa. "Apel ini agar saat diminta Basarnas berangkat, semua sudah siap," kata dia dalam apel yang diselenggarakan di Lapangan Baharkam Polri itu,

Khusus tim K9 atau regu anjing pelacak, lanjut Arif, terdapat dua unit yang terdiri dari dua K9 dan empat pawang atau instruktur. Anjing pelacak tersebut juga telah dilengkapi dengan baju penghangat. “Untuk menambah daya tahan saat mencari korban. Informasinya Turki sedang cuaca dingin," jelasnya.

Untuk personel, Arif menyampaikan bahwa mereka sudah membawa tenda, sebagai tempat menginap dan merawat korban selamat. Itu dilakukan mengantisipasi rusaknya fasilitas penginapan di lokasi  terdampak gempa ”Personel memakai tenda membantu korban,” terangnya. Menurut dia, bantuan kemanusiaan tersebut merupakan bentuk kepedulian Indonesia terhadap masyarakat Turki yang sedang menghadapi musibah.

Sementara itu, hingga saat ini, dua orang WNI masih dinyatakan hilang kontak. KBRI Ankara masih berupaya melacak kedua WNI yang bekerja sebagai spa therapist di Dyarbakir tersebut.

Kabar baiknya, tak ada laporan tambahan korban jiwa WNI hingga kemarin. Dari data KBRI Ankara, korban meninggal tercatat 1 WNI dan anaknya yang berusia satu tahun di Kahramanmaras.

”Saya ingin sampaikan duka cita yang dalam. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Innalillahi wainna ilaihi rajiun,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

Lebih lanjut Retno mengatakan, dua pesawat sudah diterbangkan dari Jakarta untuk membawa bantuan tahap kedua dari Pemerintah Indonesia. Pesawat membawa Medium Urban SAR (MUSAR) beserta peralatannya, dan tim medis, lengkap dengan sejumlah bantuan medis yang diperlukan.

”Pemerintah Indonesia juga terus berkoodinasi dengan Pemerintah Turki terkait bantuan tahap selanjutnya yang akan kita berikan sesuai dengan kebutuhan yang sama.” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, rencana bantuan juga akan disiapkan oleh Pemerintah Indonesia untuk Suriah. Rapat-rapat koordinasi pun telah dilakukan pemerintah dalam rangka membantu korban bencana gempa bumi di Turki dan Suriah.

Terpisah, Sekretaris I KBRI Ankara Fitriyani Riduan menyampaikan, bahwa 123 WNI bersama 1 WN Malaysia dan 1 WN Myanmar yang dievakuasi dari lima titik terdampak gempa sudah berada di Ankara. Mereka tiba sejak Rabu (9/2) pagi pukul 10.00 waktu setempat hingga 22.00 waktu setempat. ”Alhamdulillah, sudah semua tiba di penampungan KBRI Ankara yang berlokasi di Wisma Duta RI,” ujarnya.

Setibanya di safe house, lanjut dia, enam orang WNI yang dievakuasi karena luka akibat gempa pun sudah ditindaklanjuti. Mereka telah diperiksa oleh dokter di Ankara. ”Tiga orang yang kakinya digips, telah dirontgen dan tidak ada cedera serius. Sementara, satu orang ada yang cedera anus akibat cuaca dingin, perlu perawatan ringan (salep) dan 2 orang telah sehat,” paparnya.

Sementara itu, Duta besar RI untuk Syria Wahid Abduljawad mengatakan, telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan keselamatan WNI di Suriah. KBRI Damaskus telah mengirimkan Tim Peninjau ke beberapa titik yang terdampak gempa cukup parah, antara lain Hama dan Aleppo.

Sebagai informasi, terdapat 836 orang WNI yang memiliki izin tinggal di Syria. Dari jumlah tersebut, 116 WNI diketahui tinggal di wilayah terdampak gempa. Menurutnya, ada 5 titik wilayah di Syria yang terdampak cukup parah. Yaitu Provinsi Hama, Aleppo, Latakia, Idlib, dan Tartus. Hingga saat ini, korban gempa masih terus bertambah.

”KBRI telah mengaktifkan  narahubung di wilayah Aleppo dan Latakia untuk memeriksa kondisi WNI di wilayah tersebut dan mengidentifikasi korban WNI,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan pengiriman bantuan ke Syria. KBRI juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Pemerintah Syria terkait kebutuhan mitigasi pasca gempa dan mekanisme penyaluran bantuan bagi korban terdampak. Sehingga, dapat disiapkan jenis bantuan dari Tanah Air.

Sementara itu, Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengungkapkan, sebagai bentuk dukungan kemanusiaan kepada Turkiye dan Syria, Pemerintah Indonesia pun akan memberikan bantuan kemanusiaan. Baik itu berupa uang tunai, alat perangkat personil hingga tim medis beserta segenap kelengkapannya. "Terkait hal ini sudah dilakukan rangkaian pertemuan tingkat menteri," ungkapnya.

Bantuan tersebut, dikatakan Aam, sapaan akrab Abdul Muhari, akan dikirimkan bertahap. Namun, pada tahap pertama, bantuan yang dikirimkan adalah tim medium urban section review (Muser) berkekuatan 47 personil dari Basarnas dengan kualifikasi secara internasional. Mereka juga akan didampingi tim manajemen dari BNPB beranggotakan 12 personil. "Tim ini akan diberangkatkan dalam satu hingga dua hari ke depan," jelasnya.

Saat ini, dikatakan Aam, sedang dalam proses menunggu flight clearance untuk bisa membawa personil tersebut. Yakni lengkap dengan alat peralatan yang dibawa seluruhnya dari Indonesia. Termasuk dua unit kendaraan operasional yang akan digunakan di Turkiye. Para personel berikut perlengkapannya tersebut akan dibawa dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI.

"Kita harapkan tim ini dapat segera berangkat dan berpartisipasi, berkontribusi dalam upaya pencarian dan penyelamatan korban di sana," ucapnya.

Kemudian, untuk tahap kedua, lanjut Aam, akan dikirim tim emergency medical teknisian (TMT). Tim ini beranggotakan setidaknya 90 orang yang sudah diidentifikasi. Di mana, hingga saat ini, tim tersebut beranggotakan personil dari Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, dan organisasi masyarakat yang juga berkualifikasi dalam medical emergency respon.

"Tim TMT juga akan secara lengkap membawa alat perangkat dan obat-obatan beserta satu paket unit rumah sakit lapangan yang difasilitasi lengkap dengan fasilitas dan kemampuan. Termasuk mobilitas untuk melakukan operasi medis secara darurat di lapangan," terangnya.

Selain itu, masih dikatakan Aam, saat ini juga sedang mengumpulkan dan menyiapkan logistik berupa logistik makanan dan peralatan yang nantinya akan dikirimkan dalam waktu dekat.  Kemudian, juga segera mungkin diberikan dukungan dana tunai yang estimasi awal nilainya berjumlah 1 juta US Dollar untuk Turkiye dan 1 juta US Dollar untuk Syria.

"Logistik makanan dan peralatan juga akan dikirimkan secara langsung dari Indonesia menggunakan dua unit pesawat ke masing-masing negara. Sehingga total ada empat unit pesawat dengan total dukungan logistik sebesar 70 ton untuk masing-masing negara," bebernya.

Dikatakan Aam, pihaknya juga sudah menerima daftar kebutuhan dan alat perangkat yang mendesak untuk membantu warga terdampak di Turkiye dan Syria. Di antaranya yakni berupa matras, selimut hangat, baju dan sepatu musim dingin, paket makanan sehat, sabun, pampers untuk dewasa, lansia, dan anak. Termasuk obat-obatan, alat kesehatan, lampu tenaga surya, tenda keluarga, alat pengeruk runtuhan alat, dan genset.

"Alat-alat ini yang kita prioritaskan untuk bisa kita kumpulkan. Jadi, sekiranya ada masyarakat yang terpanggil untuk bisa meringankan beban dari saudara-saudara kita yang terdampak di Turkiye dan Syria kami himbau untuk bisa memperhatikan kebutuhan list barang-barang yang mendesak diperlukan," ujarnya.

Karena saat ini di Eropa dalam puncak musim dingin dengan estimasi suhu harian berkisar antara minus 4 derajat celcius di malam hari dan 5 derajat celcius di siang hari, ditambahkan Aam, sehingga keseluruhan tim yang akan dikirimkan dilengkapi dengan alat perangkat yang bisa mendukung untuk bisa bekerja optimal. Yakni pada kondisi cuaca yang mungkin tidak lazim sehari-hari di Indonesia.

Sementara itu, sejumlah elemen masyarakat di tanah air terus menyuarakan dukungan untuk Turki. Diantaranya disuarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menyerukan pelaksanaan salat ghaib dan tahlilan untuk korban gempa Turki dan Syria, usai salat Jumat hari ini. Seruan itu ditujukan kepada pengurus wilayah, pengurus cabang, sampai pengurus cabang istimewa NU.

Seruan itu disampaikan langsung Sekjen PBNU Saifullah Yusuf di Jakarta kemarin (9/2). Gus Ipul, nama akrabnya, mengatakan seruan salat ghaib dan tahlil itu sudah resmi diteken oleh Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf. Dia menegaskan, PBNU menyampaikan belasungkawa mendalam atas timbulnya ribuan korban jiwa dalam gempa bumi di Turki dan Suriah tersebut. "Semoga Allah SWT mengampuni segala salah dan khilaf mereka," katanya. Serta mendoakan supaya semua amal kebaikan mereka selama hidup diterima Allah.

Seruan serupa juga dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag Adib menuturkan, Kemenag mengimbau umat Islam untuk menggelar salat ghaib untuk korban wafat gempa di Turki dan Syria.

"Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban meninggal dunia pada gempa bumi di Turki dan Syria, maka diimbau agar melaksanakan salat ghaib untuk mendoakan korban meninggal dunia," katanya. Dia menegaskan salat ghaib digelar usai salat jum'at (10/2). Dia juga menyampaikan, di Masjid Istiqlal juga akan digelar salat ghaib selepas salat Jum'at.

Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah juga ikut menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap bencana gempa yang melanda Turki dan Syria. "Kami turut berbelasungkawa atas musibah gempa yang menimbulkan ribuan korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka," terang Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti kepada Jawa Pos kemarin.

Menurut dia, sebagai bangsa yang besar, bangsa Turki akan tetap sabar dan tegar menghadapi masalah tersebut. Sebagai bentuk dukungan spiritual, lanjut Mu'ti,  PP Muhammadiyah mengimbau umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah untuk memanjatkan doa dan salat Ghaib untuk mereka yang wafat.

Selain mendoaka  para korban, Muhammadiyah juga bergerak cepat dengan menyiapkan para relawan dan bantuan untuk korban gempa. Menurut tokoh asal Kudus itu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) siap memberangkatkan relawan kesehatan dan kemanusiaan untuk membantu melakukan evaluasi dan layanan medis ke Turki.

Mu'ti mengatakan, MDMC menyiapkan 29 relawan dalam keadaan siaga dan siap berangkat. Saat ini, Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah sedang berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kemenko PMK, Pusat Krisis Kemenkes dan Kementrian Luar Negeri.

29 relawan EMT itu sendiri terdiri dari lima dokter emergency, dua dokter bedah orthopedi, tujuh perawat, dua apoteker, satu bidan, satu psikolog, satu safety & security officer, tujuh logistik, satu admin medis, satu dokumentator, dan satu liaison officer  (LO). (idr/syn/mia/gih/wan/lum) Editor : Syahriani Siregar
#gempa turki #luka #wni #dua pesawat #Ankara