Joko menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi Badan Kesbangpol Ketapang ini. Menurutnya, melalui FGD tentunya akan menghasilkan berbagai pemikiran strategis dalam memitigasi adanya potensi ancaman, gangguan hambatan dan tantangan dalam pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak.
"FGD dapat dijadikan sebagai media saling meningkatkan kebersamaan dan keselarasan dalam menciptakan situasi kondusif untuk mewujudkan Pemilu dan Pilkada yang aman, damai dan berintegritas," kata Joko.
"Kerja sama dan koordinasi yang selama ini telah terjalin dengan baik agar terus dilanjutkan. Saya memberi apresiasi kepada semua pihak yang telah mengawal tahapan Pemilu dengan baik dan ini harus ditingkatkan agar masyarakat tidak terpolarisasi," lanjutnya.
Dia menjelaskan, beberapa bulan ke depan akan memasuki tahapan kampanye, tahapan yang cukup krusial dalam pelaksanaan Pemilu. Dia mengimbau kepada partai politik untuk selalu menciptakan situasi yang kondusif selama masa kampanye. "Jangan sampai masyarakat terganggu dengan cara-cara kampanye yang tidak santun. Jangan kampanye yang saling menjatuhkan," pesannya.
"Jadikan kampanye sebagai wadah dalam menyampaikan program, ide dan gagasan yang cerdas. Nilai-nilai sportivitas dalam kampanye mesti dijunjung tinggi agar tercipta demokrasi yang sehat. Jika semuanya dapat terlaksana dengan baik maka cita-cita reformasi akan dapat diwujudkan," tambah Joko.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Ketapang, Andreas Hardi, berharap kerjasama, koordinasi dan sinergi sesama stakeholder, seperti Parpol maupun penyelenggara Pemilu. Hal ini merupakan kunci sukses pelaksanaan pesta demokrasi tersebut. "Pemerintah daerah berkomitmen mendukung dan mengawal jalannya Pemilu dan Pilkada serentak, tentu saja sesuai dengan kewenangan yang dimiliki karena suksesnya Pemilu dan Pilkada merupakan tanggung jawab bersama segenap elemen masyarakat," ungkapnya. (afi) Editor : Misbahul Munir S