KUCHING- Rainforest World Music Festival (RWMF) 2023 telah sukses digelar pada 23-25 Juni 2023. Namun, beberapa momen masih membekas bagi Denny Kurniawan, warga Pontianak yang datang untuk pertama kalinya ke RWMF di Sarawak Culture Village, Kuching, Malaysia.
Konser musik terbesar di Malaysia yang digelar tiga hari tersebut menghadirkan hiburan yang tak sekedar musik. Berbagai kesenian dan kebudayaan dari berbagai belahan dunia turut dihadirkan. Tak hanya menonton, bahkan para pengunjung festival dapat terlibat langsung dalam workshop yang digelar sejak pagi hari.
Yang paling berkesan bagi Denny, festival ini tak hanya menggelar hiburan semata. Festival ini juga mengedukasi para pengunjung untuk melestarikan lingkungan.
Mulai dari tanpa penggunaan kertas, hingga pemilahan sampah, hingga pemanfaatan sampah untuk didaur ulang.
RWMF menggelar festival tanpa menggunakan kertas, bahkan penggunaan wadah plastik pun sudah mereka terapkan sejak lima tahun lalu.
Satu yang paling unik adalah, id card panitia menggunakan seed paper yang terbuat dari biji dan benih tanaman. Artinya, setelah selesai digunakan saat acara, id card mereka dapat langsung ditanam dan dapat tumbuh berbagai macam tanaman buah dan sayur.
"Takjub dengan festival ini, segala sesuatunya dipersiapkan dengan matang, mulai dari penampilan, menghidangkan kuliner, sampai apa saja yang akan dilakukan ketika festival ini usai," kata Denny, pria gondrong yang juga musisi di Pontianak.
RWMF 2023 menjadi spesial dan meriah karena mendatangkan dua band besar, Gipsy Kings dan Big Mountain. Puluhan ribu pengunjung festival menunggu penampilan kedua band tersebut dengan antusias.
Gipsy Kings tampil di hari kedua festival selama hampir dua jam. Lagu Bamboleo dan Volare menjadi yang paling ditunggu. Dan tentu saja membuat pengunjung festival bergoyang.
Sementara, Big Mountain menjadi penutup RWMF 2023 di hari ketiga. Band reggae asal Amerika tersebut membuat pengunjung festival hanyut kedalam alunan musik Jamaika. (azk)
Editor : Shando Safela