Pengamat politik Karyono Wibowo mengkritik sikap bakal Capres 2024, Anies Baswedan yang banyak mengunggah kegiatan jamuan makan siang dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di Makkah tersebut. Secara etika, tindakan itu dianggap kurang baik, apalagi pada momentum tersebut Anies tengah menjalankan ibadah haji.
"Tidak ada yang salah dari yang dilakukan Anies, hanya saja terkesan pamer dan ingin mendapat pengakuan bahwa dirinya diundang Raja Salman," ujar Karyono saat dihubungi, Sabtu (1/7).
Dia menilai tindakan Anies itu sebagai upaya mendapatkan efek elektoral. Dalam artian untuk mendongkrak popularitasnya.
"Anies mungkin sengaja mengapitalisasi momen kebersamaaan dengan Raja Salman untuk membangun citra diri dengan harapan mendapat simpati umat muslim," jelasnya.
Sementara itu, Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad membandingkan perbedaan antara Anies dan Ganjar Pranowo dalam menyikapi jamuan makan siang tersebut.
"Ya, saya juga melihat ada perbedaan antara Ganjar dan Anies dalam memperlakukan ibadah haji yang mereka ikuti. Setidaknya itu terlihat dari unggahan di masing-masing akun media sosial mereka, terutama Instagram," ujar Saidiman.
Dia menyebut Anies sejak berangkat sudah mengunggah postingan soal perjalanan hajinya. Sedangkan Ganjar tidak melakukan hal itu.
"Sementara Ganjar tidak punya postingan sama sekali soal itu," kata Sadiman.
Dia pun menilai unggahan Anies itu menunjukkan karakternya lebih banyak memanfaatkan setiap momen. "Sementara Ganjar lebih selektif," tandasnya.
Dua bakal capres 2024, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo sama-sama menunaikan ibadah haji pada 2023. Keduanya juga sama-sama dijamu makan siang oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di Makkah pada Kamis (29/6).
Saat disinggung alasan kenapa Anies terlihat lebih kontras ketimbang Ganjar, Saidiman hanya menyebut momen yang dimanfaatkan Anies ada kaitannya dengan Pilpres 2024. Diketahui, keberadaan Ganjar di Tanah Suci Mekkah terungkap dari unggahan orang lain, salah satunya dari akun media sosial ustaz Yusuf Mansur. Dalam unggahannya, Yusuf Mansur mengaku bahagia bisa berada dalam acara Raja Salman bersama dengan Ganjar dan Anies.
“Momen super langka kalo buat saya pribadi. makan di Jamuan Raja, izin Allah, Sang Maha Raja Diraja. diapit Pak @aniesbaswedan dan Pak @ganjar_pranowo. Ditemani pula oleh Ketua Dewan Pers, Ibu Ninik Rahayu @ninikr2309.” ujar Yusuf Mansur dalam unggahannya di Instagram.
Dalam foto yang diunggah Yusuf Mansur, Ganjar Pranowo terlihat mengenakan kemeja putih. Sedangkan Anies Baswedan mengenakan batik. Keduanya duduk mengapit Yusuf Mansur yang juga hadir pada acara tersebut.
Dari hasil pantauan media sosial, Ganjar tidak mengunggah kegiatan yang berhubungan dengan ibadah haji yang ia lakukan. Kemudian kegiatan yang terlihat di media sosial Ganjar Pranowo masih rutin mengunggah program di Jawa Tengah serta pertemuan dengan Kaisar Jepang, pekan lalu.
Sebelumnya, Yusuf Mansur mengatakan pertemuan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo di jamuan makan siang undangan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud di Makkah, Kamis (29/6), membawa momen kesejukan.
"Yang jelas saya senang, pertemuan ini begitu damai, kontestasi cinta, saling beradu narasi, gagasan, visi misi ke depannya," ujar Yusuf Mansur.
Ia mengatakan bahwa dirinya memenuhi undangan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dan bertemu dengan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Dalam undangan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud juga ada Puan Maharani, Prof Nasaruddin Umar, Suharso Monoarfa, Abdul Halim, dan Ninik Rahayu.
"Saat momen jamuan makan siang, saya duduk ditengah-tengah Mas Anies dan Mas Ganjar. Kami bercerita mengenai lempar jumroh, pembicaraannya bukan politik," kata dia.
Ia mengatakan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo tidak menunjukkan muka cemberut dan mereka menunjukkan keakuran.
Ia mengatakan pesan yang disampaikan dari haji ini adalah Rahmatan lil 'Alamin (Rahmat bagi seluruh alam).(jp/jpnn/ant) Editor : Misbahul Munir S