Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Melihat Pengembangan UPPKA Oro Oro Ombo, Kota Batu

Syahriani Siregar • Senin, 18 Desember 2023 | 17:09 WIB
Berbagai produk UPPKA Oro Oro Ombo di Desa Oro Oro Ombo, Kota Batu, Jawa Timur.
Berbagai produk UPPKA Oro Oro Ombo di Desa Oro Oro Ombo, Kota Batu, Jawa Timur.

Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Kampung KB di Desa Oro Oro Ombo, Kota Batu, Jawa Timur, memiliki banyak produksi produk UMKM-nya. Kini dari beragam produk itu, telah menciptakan peningkatan perekonomian bagi para keluarga akseptor. Bagaimana mula hingga UPPKA Oro Oro Ombo ini bergeliat hingga sekarang?

Mirza Ahmad Muin, Kota Batu

KEDATANGAN rombongan BKKBN Kalbar bersama para kepala OPD KB di 14 kabupaten/kota se-Kalbar, Sabtu (16/12) langsung disambut Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Kampung KB Desa Oro Oro Ombo, di aula kantor desa tersebut.

Di sana, mereka memajang banyak produksi hasil UMKM dari keluarga akseptor binaan UPPKA Kampung KB Oro Oro Ombo.

Terhitung terdapat puluhan produk dari produksi ibu-ibu desa setempat. Mulai dari cemilan khas berbahan dasar labu dan apel, kemudian batik khas triloka andalan Kota Batu dari Oro Oro Ombo.

Belum lagi sampah organik dari apel yang diolah menjadi sabun mandi dan sabun cuci. Sedangkan untuk produk kerajinan tangannya, cukup banyak.

Kontan para peserta rombongan BKKBN Kalbar menyemuti gerai tersebut.

Kemasan yang menarik senada dengan kualitas rasa dari produk, benar-benar memanjakan mata dan indra pengecap para konsumen.

Alhasil produknyapun laku terjual ketika acara tersebut.

Ketua Pokja 4 UPPKA Desa Oro Oro Ombo Puji Lestari pun menceritakan bagaimana sampai beragam produk ini bisa tercipta dari tangan-tangan para keluarga akseptor di tempatnya.

"Semua ini bermula dari sosialisasi pemasangan alkon KB MKJP yang diberikan oleh BKKBN gratis. Dari kegiatan itu, kami juga mengajak keluarga akseptor untuk bergerak dengan membuat usaha UMKM," tuturnya.

Rupanya tawaran UPPKA dengan mengajak keluarga akseptor membuat produk UMKM sesuai keahlian tak bertepuk sebelah tangan.

Setelah disepakati, pada hari yang ditentukan, para ibu-ibu pun dikumpulkan. Mereka diberi penjelasan tentang UPPKA. Mereka diminta menjadi keluarga aktif bergerak dalam ekonomi produktif.

Di sana pun ia menyosialisasikan pengelolaan keuangan keluarga sampai meningkatkan ketahanan dan kemandirian keluarga hingga mewujudkan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera.

Caranya dengan membuat produk unggulan keluarga yang mereka bisa.

Usai dari sosialiasi itu, kemudian disambut positif oleh ibu-ibu setempat. Merekapun berinisiatif membuat produk unggulan dengan masing-masing kepandaiannya.

Mulai dari membuat bumbu pecel, tempe mendoan, susu olahan yoghurt, susu segar, telur asin asap, stik labu, jahe instan, temu lawak instan, stik, dan makaroni.

Selain itu ada juga yang membuat kerajinan tangan seperti sandal hingga batik.

"Untuk batik kami namanya tri loka menjadi ikon batik di Batu Malang," katanya.

Kelompok UPPKA juga ada yang membuat sabun cair untuk mencuci piring. Sabun mandi juga di produksi di rumahan. Kedua jenis sabun ini dari bahan dasar buah apel yang di daerahnya melimpah.

Dari kesemua produk yang dibuat para ibu-ibu ini pelan tapi pasti, memunculkan dampak positif bagi keluarga mereka.

Peningkatan perekonomian mereka mulai terasa meningkat. Dari hasil penjualan produk tersebut para keluarga dapat membeli kendaraan untuk mengantar produksinya ke toko-toko.

Hasil keuntungan dari jualan produk UMKM-nya juga ada yang buat merenovasi rumah, membeli peralatan moderen buat jualan sampai menyekolahkan anak.

Dia melanjutkan keberadaan UPPKA begitu terasa bagi keluarga akesptor ini.

Kini beberapa produk unggulan mereka rencana akan dilebarkan pangsa pasarnya. Seperti di Kota Batu berjuluk kota seribu homestay akan diupayakan untuk penggunaan sabun mandinya bisa menggunakan produk lokal buatan UMKM ini.

Penguatan marketing melalui aplikasi digital kini juga tengah dipelajari. Harapannya produk dari UPPKA ini bisa tembus ke pangsa pasar digital.

Kepala BKKBN Kalbar Pintauli Romangasi Siregar mengajak perangkat BKKBN dan kepala OPD di 14 kabupaten/kota untuk studi tiru.

Salah satunya melihat UPPKA di Kampung KB Desa Oro Oro Ombo ini. Fokusnya melihat bagaimana keluarga akseptor bisa menghasilkan banyak produk.

Dari banyak cerita yang didapat itu, ia pun mendapatkan banyak pengetahuan baru bagaimana teman-teman UPPKA di sini melakukan pembinaan pada keluarga akseptor dengan memproduksi banyak produk UMKM. (*)

Editor : Syahriani Siregar
#bkkbn #UMKM #UPPKA #oro oro ombo