JAKARTA - Jenazah mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Kamis (4/1) hari ini.
Rencananya, jenazah Rizal Ramli akan dikebumikan satu liang lahat bersama mendiang sang istri.
"Dimakamkan TPU Jeruk Purut. Karena memang istri beliau, ibu Hera juga dimakamkan disana. Jadi satu liang lahat disana," kata tim komunikasi keluarga Rizal Ramli, Yos Nggarang di rumah duka Jalan Bangka IX, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (3/1).
Yos mengungkapkan, alasan jenazah Rizal Ramli dimakamkan pada Kamis (4/1) karena menunggu kehadiran anaknya yang saat ini terbang dari Amerika Serikat ke Jakarta.
"Jadi menunggu anak ketiganya, Daisi dari Amerika. Daisi itu kemarin baru berangkat ke Amerika tanggal 28. Jadi besok pagi diperkirakan sudah sampai di Jakarta," ucap Yos, Rabu (3/1).
Yos menuturkan, Rizal Ramli sangat memendam penyakitnya. Mengingat dirinya merupakan aktivis yang sangat peduli terhadap kepentingan rakyat.
"Kalau sakitnya itu, beliau ini kan orang pergerakan, jadi dia tidak terlalu peduli dengan sakitnya. Jadi dia setia pada visi dan ideologi, dia abaikan sakitnya nah dia baru memutuskan untuk masuk rawat itu kurang lebih satu bulan yang lalu. Jadi begitu ciri-ciri orang pergerakan begitu, tidak peduli dengan sakitnya," tegas Yos.
Rizal Ramli meninggal dunia tepat pada usia ke-69 tahun. Pakar ekonomi itu lahir pada 10 Desember 1954 di Padang, Sumatera Barat.
Rizal Ramli pernah menjabat Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Menteri Koordinator bidang Perekonomian, serta Menteri Keuangan Indonesia pada Kabinet Persatuan Nasional masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Rizal Ramli menamatkan sekolah dasar hingga SMA di kota Bogor, Jawa Barat. Sewaktu menjadi mahasiswa jurusan Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) ia pernah didaulat menjadi Presiden Student English Forum (SEF) ITB, lalu sebagai Wakil Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) ITB pada 1976-1977.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melayat ke rumah duka eks Menteri Keuangan Rizal Ramli, di Bangka, Jakarta, Rabu (3/1).
Ia datang mengenakan baju safari coklat dan kopiah hitam.
Prabowo tiba sekitar pukul 18.58 WIB, setelah selesai jam dinas kerjanya di Kementerian Pertahanan.
Saat di lokasi, Prabowo langsung masuk ke dalam rumah dan disambut oleh anak kedua Rizal Ramli, yakni Dippo Satria Ramli.
Ia lalu bersalaman dengan Dippo sembari mengucapkan bela sungkawa. Prabowo juga nampak berbincang dengan sejumlah anggota keluarga Rizal Ramli lainnya.
Kemudian, Prabowo pun dipersilakan untuk berdoa di samping jenazah Rizal Ramli.
Setelah selesai melayat, Prabowo menyempatkan diri berbicara dengan para awak media dan menyampaikan rasa kehilangannya atas meninggalnya Rizal Ramli.
"Saya kaget beliau telah dipanggil," ujar Prabowo.
Ia pun mengungkapkan pertemuan terakhirnya dengan Rizal Ramli terjadi saat momen perayaan ulang tahun Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ke-76 tahun, pada September 2023.
"Terakhir ketemu pada saat ulang tahunnya Pak Luhut Pandjaitan beberapa bulan yang lalu, kalau nggak salah akhir September," kata Prabowo.
Prabowo juga mengungkapkan sosok almarhum Rizal Ramli merupakan sahabatnya.
Ia mengenang eks Menteri Keuangan itu sebagai seseorang yang intelektual dan demokratis.
"Rizal Ramli memang sahabat saya, beliau seorang intelektual, demokrat, aktivis yang idealis," ungkap Prabowo.
Prabowo juga mengakui banyak pemikiran hebat yang dilahirkan dari idealisme Rizal Ramli. "Banyak pemilkiran beliau yang baik," ujarnya.
Prabowo mengatakan, dirinya dan Rizal Ramli saling menghormati pilihan idealisme atau jalan mereka masing-masing.
"Kita tetap bersahabat. Kita menghargai, saling menghormati," tambahnya.
Ia menekankan tetap pentingnya kerukunan dan persatuan di tengah perbedaan idealisme. (jp)
Editor : Syahriani Siregar