PONTIANAK- Tokoh nasional asal Kalimantan Barat (Kalbar) yang juga Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menyampaikan bahwa, perhatian pemerintah Indonesia terhadap masa depan atlet saat ini tak perlu diragukan lagi. Pasalnya dukungan, dan perhatian pemerintah sudah jauh lebih baik, bahkan dinilai paling baik di sepanjang sejarah Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Okto, sapaan karibnya usai menyalurkan hak pilihnya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024di Tempat Pemungutan Suara (TPS)01, Kota Pontianak, Rabu (14/2). “Alhamdulillah hari ini (kemarin) saya baru saja menunaikan tanggung jawab saya, dan kewajiban saya sebagai warga negara Indonesia, dengan melakukan pemilihan di TPS 01, Kota Pontianak. Saya memang setiap pemilihan (Pemilu) harus kembali ke Pontianak karena masih menggunakan, dan terdaftar KTP di Kalbar,” ungkapnya membuka wawancara bersama awak media.
Dirinya lantas menyampaikan harapan kepada siapapun pemimpin negara ke depan yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia masa jabatan 2024-2029. Terutama terkait dengan jabatannya saat ini selaku Ketua KOI. Khususnya perkembangan olahraga, dan atlet-atlet di tanah air.
"Soal masa depan atlet itu masalah klasik, tapi itu dulu. Kalau sekarang itu sudah jauh lebih baik. Sejak pemerintahannya Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) saya harus mengatakan bahwa Pak Jokowi adalah Bapak Olahraga Indonesia,” tegasnya.
Diangkatnya Jokowi sebagai Bapak Olahraga Indonesia menurut Okto, bukanlahtanpa alasan. Itu karena dukungan, dan perhatian Presiden Jokowi sangat besar bagi perkembangan olahraga di negara ini. “Satu-satunya presiden yang memberikan bonus paling tinggi kepada atlet dalam sejarah Indonesia yang pernah ada itu Pak Jokowi,” katanya.
Okto pun menjelaskan, untuk atlet yang berhasil meraih emas dalam ajang internasional, misalnya di Olimpiade Rio tahun 2016 lalu,mendapat bonus dari pemerintah sebesar Rp10 miliar. Kemudian Olimpiade Tokyo tahun 2020, peraih emas mendapatkan bonus sebesar Rp11 miliar.
“Itu juga sama untuk atlet paralimpiknya. Kemudian di Asean Games, dan Asean Paragames juga besar. Pelatih juga dapat. Bahkan Sea Games saja dari multi event yang paling kecil yang hanya diikuti 11 negara, juaranya sudah langsung jadi pegawai negeri (ASN). Jadi rasanya sekarang profesi atlet itu sudah jadi profesi yang menjanjikan, orang tua tidak usah ragu lagi,” ujarnya.
Tak hanya itu, Okto turut mengungkapkan bahwa masih banyak sejumlah keuntungan dan fasilitas lain yang didapat atlet. Dari sisi finansial, atlet-atlet Olimpiade Indonesia bisa membawa pulang uang sampaiRp25 miliar sudah termasuk bonus.“Itupun belum selesai, para atlet kita ini masih dapat fasilitas lain, misalnya jadi brand ambassador, masih bisa mengikuti event-event, menjadi coach, diangkat menjadi pegawai negeri, menjadi influencer, belum lagi ada yang jadi artis, dan sebagainya,” tambah Okto.
Selain itu, lanjut dia, upaya-upaya memajukan olahraga Indonesia juga terus dilakukan dengan berbagai cara oleh Presiden Jokowi. Misalnyadengan berupaya menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga. Mulai dariAsean Games, Asean Paragames, Piala Dunia U-17, dan event-event internasional lainnya.
“Kita (Indonesia) hampir jadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Kita masih mengejar cita-cita menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 2036 dan Piala Dunia. Kita tidak mau turun, kita maunya olahraga Indonesia semakin baik lagi,” harapnya.
Oleh karena itu, putra dari Oesman Sapta Odang(OSO)itu juga berharap siapapun yang terpilih menjadi Presiden Indonesia mendatang dapat terus memperhatikan olahraga.Salah satu cita-cita KOIdisebutkan dia, adalah Indonesia bisa menjadi tuan rumah Olimpiade 2036. “Jadi siapapun yang terpilih harus mendukung Indonesia untuk jadi tuan rumah olimpiade 2036, karena itu cita-cita kita bersama. Kamiberharap jangan sampai ada kegaduhan yang berlebihan yang menyebabkan kemunduran bagi Indonesia,” katanya lagi.
Okto menegaskan, selain tahun politik, tahun 2024 merupakan tahun olahraga. Sehingga semangat olahraga harus dibawa di dalam semangat Pemilu. Ia mengingatkan, jangan sampai dengan dinamika yang begitu tinggi setelah ini, justruolahraga di Indonesiamengalami kemunduran.
“Kita harus memastikan bahwa apapun yang terjadi, apapun pilihannya, Indonesia harus bisa jadi negara yang lebih besar lagi.Apalagi tahun ini (2024) selain tahun politik, ini juga tahun olahraga. Saya sebagai ketua olimpiade ini PR-nya sangat besar, karena di bulan Juli dan Agustus akan ada Paris Olimpiade 2024. Di Paris Olimpiade 2024 ini, Insya Allah kita akan membuat sejarah baru dalam perjalanan olimpiade,” janjinya.
Menurut dia, Indonesia punya peluang lebih baik di Paris Olimpiade 2024. Dan peluang-peluang tersebut justrumuncul dari cabang olahraga yang belum banyakmencetak emas sepertibadminton. Karena peluang yang sama ada di cabang olahraga angkat besi, dan beberapa cabang olahraga lainnya.
“Untuk olimpiade nanti, saya pastikan Indonesia akan lebih banyak peluang mendapatkan medali emas. Selain dari badminton, ada cabor lain.Harapannya dengan pesta demokrasi ini yang bisa kita laksanakan dengan baik, apapun hasilnya kita harus kembali lagi fokus bekerja meningkatkan, dan mendorong ekonomi Indonesia, sertamendorong prestasi olahraga,” paparnya.
Yang tak kalah membanggakan lagi, Oktomenyebut,ajang olimpiade mendatang juga akan diikuti beberapa atlet dari Kalbar. Yakni di cabang speed climbingdan cycling.“Dari cabang olahraga speed climbingada Veddriq Leonardo, dan juga satu lagi sedang berjuang dari cabang olahraga balap sepeda yakni Bernard Van Aert. Kalau dua ini bisa lolos olimpiade, saya sebagai Ketua KOIwalaupun atas nama Indonesia, tapi kebanggaan sebagai warga Kalbar tidak bisa saya pungkiri. Bahwa ada dua anak dari Kalbar yang akan ikut tanding," pungkasnya.(bar)
Editor : Shando Safela