Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mayoritas Korban Gempa Gresik Mengungsi karena Trauma

Syahriani Siregar • Senin, 25 Maret 2024 | 15:27 WIB

Warga membersihkan puing-puing bangunan rumah yang rusak akibat gempa di Desa Suwari, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur, Minggu (24/3/2024).
Warga membersihkan puing-puing bangunan rumah yang rusak akibat gempa di Desa Suwari, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur, Minggu (24/3/2024).
JAKARTA - Kemarin (24/3) BNPB telah menyebut ada 17.644 jiwa yang terdampak gempa bumi yang mengguncang Gresik dan sekitarnya Jumat lalu (22/3).

Dari hasil kaji cepat BPBD Jawa Timur, 779 unit rumah rusak berat dan 1.177 unit rusak sedang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dam Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan kemarin Kepala BNBP Letjen Suharyanto sudah sampai Jawa Timur.

Hari ini (25/3) rencananya akan dilaksanakan rapat koordinasi percepatan penanganan pasca gempa di Kantor Bupati Gresik.

Tidak hanya pemerintah daerah Gresik saja yang dilibatkan tapi juga pimpinan daerah kabupaten/kota yang terdampak.

 “Setibanyak Kepala BNPB di Bandara Juanda, langsung menuju Pulau Bawean menggunakan helikopter untuk melihat langsung dampak gempa,” kata Abdul.

Pada kesempatan itu juga dilakukan seremonial pemberian bantuan.

Menurutnya, rumah warga yang rusak karena gempa akan dibangun kembali dengan kualitas yang lenih baik oleh pemerintah.

Abdul merincikan jumlah pengungsi yang sudah terdata. Untuk pengungsi anak ada 6.277 jiwa, dewasa 8.833 jiwa, dan lansia 2.534 jiwa.

“Sebagian besar mengungsi bukan karena rumah rusak tapi karena trauma dan masih ada gempa susulan,” katanya.

Selain itu juga masih ada isu tsunami dari orang tidak bertanggungjawab yang membuat warga resah.

Hingga berita ini ditulis, BNPB mendapatkan laporan ada 238 gempa susilan.

Abdul menyebut BPBD Kabupaten Gresik telah sigap dengan mendirokan posko penanganan darurat gempa bumi di Desa Dekatagung, Desa Lebak, dan Pendopo Kantor Kecamatan Sngkapura, Gresik.

“Gempa menyebabkan rusaknya sekolah sebanyak 78 unit, lima unit rumah sakit, 156 tempat ibadah, dan delapan gedung,” ucapnya.

Penanganan darurat di lapangan masih terus dilakukan. Abdul menyatakan BPBD Jawa Timur sudah melakukam koordinasi dan mengirimkan bantuan untuk warga.

“BNPB akan memberikan dukungan logistik dan peralatan maupun Dana Siap Pakai (DSP) kepada masyarakat terdampak  dan pemerintah daerah,” bebernya. (lyn)

Editor : Syahriani Siregar
#pengungsi #bpbd #jawa timur #gempa #gresik