ZAT kimia berbahaya yang ditengarai terkandung dalam anggur shine muscat menjadi perhatian serius. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diminta turun tangan lantaran buah impor kualitas premium asal Jepang itu kini telah beredar di Indonesia.
Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mengatakan kabar tak sedap mengenai anggur shine muscat itu tentu menjadi kekhawatiran bagi masyarakat. Itu setelah Dewan Konsumen Thailand menemukan adanya kandungan residu pestisida di ambang batas aman dalam anggur tersebut. Dari 24 anggur yang diuji, 23 di antaranya mengandung pestisida melampaui batas aman.
Temuan itu kemudian disikapi oleh berbagai negara dengan melakukan uji sampel anggur shine muscat yang telah beredar di pasaran. Malaysia salah satunya. Namun berbeda dengan Thailand, Kementerian Kesehatan Malaysia menyatakan tidak ada anggur shine muscat yang memiliki kandungan pestisida yang melebihi batas maksimum.
Irma menyatakan, BPOM harusnya segera berkoordinasi dengan Badan Karantina Kementerian Pertanian terkait masalah tersebut. Apalagi, residu pestisida berlebihan sangat berbahaya bagi kesehatan. Salah satunya bisa menyebabkan kanker dan kerusakan hati. ”Koordinasi dengan Badan Karantina, (karena) katanya itu sangat berbahaya anggur itu,” kata Irma saat rapat kerja dengan Kepala BPOM, kemarin (29/10).
Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar bakal melakukan koordinasi dengan Badan Karantina terkait hal tersebut. Dia pun akan melakukan uji sampling ke beberapa toko buah atau pasar yang menjual anggur tersebut. Meski begitu, dia menyebut sejauh ini belum ada laporan perihal peredaran anggur tersebut di Indonesia. ”Tapi kami akan bertindak mulai hari ini (kemarin, Red),” ujarnya. (tyo)
Editor : A'an