JAKARTA – Presenter dan pebisnis Raffi Ahmad mendapat jabatan sebagai utusan khusus Presiden Prabowo Subianto di bidang pembinaan generasi muda dan pekerja seni. Dia lantas membahas kelanjutan kariernya di dunia entertainment yang telah membesarkan namanya.
Raffi menjelaskan bahwa jabatan barunya itu tidak menutup pintu rezekinya yang lain. Suami Nagita Slavina tersebut masih bisa menjalankan profesinya secara beriringan. Namun, dia telah berkomitmen untuk mengutamakan tanggung jawab barunya sebagai utusan khusus ketimbang syuting.
’’Tetap skala prioritasnya tugas negara. Kalau syuting live seperti ini kan sebentar, tapi kalau ada perintah langsung dari Pak Presiden, ya saya siap," kata Raffi saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Senin (28/10).
Raffi tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang telah diberikan orang nomor satu di Indonesia itu kepadanya. ’’Alhamdulillah, aku mendapatkan amanah ini merupakan hal yang baik, ya," ujar Raffi.
Jabatan sebagai utusan khusus, kata dia, didapat berdasar rekam jejaknya di industri hiburan tanah air dan ditujukan untuk membangun industri kreatif sesuai kapasitasnya. Selain aktif di dunia seni dan hiburan, Raffi berprofesi sebagai pengusaha. Bapak tiga anak tersebut memiliki jejaring bisnis dari berbagai sektor. Termasuk industri kreatif.
’’Misal, ada apa pun pekerjaan seni yang berkaitan dengan generasi muda, aku bakal datangi. Syuting-syuting sebenarnya juga kan selaras dengan program yang aku jalani," papar Raffi.
Perihal gaji yang didapat selama sebulan, aktor berdarah Sunda itu mengaku tidak mengetahui.Menurut dia, hal tersebut bukan sesuatu yang berarti, apalagi sampai dipusingkan. Sebab, Raffi meyakini bahwa pintu rezeki selalu terbuka dari mana pun. Raffi juga memiliki banyak pekerjaan sampingan yang menghasilkan pundi-pundi rupiah di luar jabatannya sebagai utusan khusus presiden.
Raffi juga mengaku tulus menjalankan kewajibannya itu demi kepentingan masyarakat banyak. ’’Saya nggak pernah nanya gajinya. Alhamdulillah, selama ini udah dikasih banyak rezeki sama Allah dan sekarang saatnya mengabdi," tutur Raffi.
Lebih lanjut, Raffi juga memaparkan sedikit pengalamannya mengikuti pembekalan kabinet di Akademi Militer (Akmil) Lembah Tidar, Jawa Tengah. Meski lelah, pria 37 tahun itu mengaku senang. Sebab, kegiatan tersebut memang ditujukan untuk membangun kebersamaan dan solidaritas antar pejabat.
’’Kemarin ramai banget, seru banget. Di situ kami membangun chemistry dari mulai Pak Presiden, Pak Wakil Presiden, menteri, wakil menteri, kepala badan, semuanya di situ menyatu," ungkap Raffi. (shf/c7/len)
Editor : A'an