Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI), Mayjen TNI (Purn) Dr. H. Ahmad Yani Basuki, M.Si, menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (20/12/2024).
Dalam khutbahnya, Ahmad Yani menekankan pentingnya menjadi Muslim yang kuat melalui penghayatan mendalam terhadap nilai-nilai ajaran Islam. Ia mengingatkan umat untuk memperkuat iman, menjalankan syariat dengan tulus, dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Salat Jumat tersebut juga dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Ahmad Yani menekankan bahwa ketakwaan bukan hanya sebatas menjalankan ritual ibadah, tetapi juga penghayatan yang mendalam terhadap nilai-nilai Islam. Menurutnya, untuk menjadi Muslim yang kuat, umat harus menghayati dan mengamalkan tiga pokok ajaran Islam: Iman, Islam, dan Ihsan, yang mencakup akidah, syariat, dan akhlak.
"Di tengah berbagai tantangan hidup, menjadi seorang Muslim yang kuat adalah keharusan. Begitu pentingnya ketakwaan, hingga Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: 'Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa' (QS. Al-Hujurat: 13)," ujar Ahmad Yani.
Penghayatan Nilai-Nilai Ajaran Islam
Ahmad Yani menjelaskan bahwa untuk menjadi Muslim yang kuat, diperlukan pemahaman, penghayatan, dan implementasi nilai-nilai ajaran Islam. Penguatan iman menjadi langkah awal untuk membuka jalan hidup yang lurus, sebagaimana firman Allah SWT:
"Dan sungguh, Allah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus" (QS. Al-Hajj: 54).
Dalam aspek iman, ia menegaskan pentingnya keyakinan penuh terhadap rukun iman: beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta takdir baik dan buruk. Hal ini menjadi landasan kokoh untuk menjalani kehidupan yang mulia.
"Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik" (QS. An-Nahl: 97).
Syariat Islam, yang mencakup lima rukun Islam—syahadat, salat, zakat, puasa, dan haji—menjadi amalan yang membentuk karakter seorang Muslim. Ahmad Yani menekankan pentingnya menjalankan ibadah dengan ketulusan, karena ibadah menjadi jalan membangun ketakwaan dan kekuatan spiritual.
"Dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar" (QS. Al-Ankabut: 45).
Akhlak sebagai Cerminan
Akhlak, menurut Ahmad Yani, merupakan cerminan iman dan syariat yang dijalankan. Akhlak yang baik tidak hanya terkait hubungan dengan Allah, tetapi juga dengan sesama manusia. Rasulullah SAW bersabda:
"Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka Dia melihatmu" (HR. Muslim).
Dengan mengamalkan ketiga pilar—iman, Islam, dan ihsan—seorang Muslim akan menjadi pribadi yang kuat, istiqamah, dan bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini sesuai firman Allah SWT:
"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, selama kamu menyuruh yang makruf, mencegah yang mungkar, dan beriman kepada Allah" (QS. Ali Imran: 110).
Di akhir khutbahnya, Ahmad Yani mengingatkan pentingnya kesabaran dan tolong-menolong di antara umat Islam dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Ia juga mengajak umat untuk senantiasa memohon bimbingan dan pertolongan Allah SWT.
"Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Amiin YRA," tutup Ahmad Yani dalam doa penutup.
Khutbah ini menjadi pengingat untuk terus menguatkan iman, memperkokoh amalan, dan menjaga akhlak, sehingga umat Islam dapat menjadi umat terbaik di sisi Allah SWT. (*)
Sumber: hajinews.co.id
Editor : Salman Busrah