Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pengamat Nilai Peniadaan Tunjangan Kinerja Dosen Bisa Turunkan Kualitas Pendidikan

Miftahul Khair • Sabtu, 11 Januari 2025 | 14:47 WIB

 

Herman Hofi
Herman Hofi

PONTIANAK - Wacana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) meniadakan tunjangan kinerja (tukin) dan tunjangan profesi bagi dosen dipandang pengamat kebijakan pemerintahan Kalimantan Barat, Herman Hofi Munawar bakal menurunkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Jika benar Kemendikti Saintek akan meniadakan tunjangan kinerja dan profesi bagi dosen ASN, maka ke depan dunia pendidikan di kalangan akademisi bisa semakin mundur. Akan banyak dampak negatif dari kebijakan ini,” ujar Herman Hofi kepada Pontianak Post, Jumat (10/1).

Dijelaskan Herman tugas dosen ASN jangan disamakan dengan ASN lain. Oleh sebab itu, mesti dilihat dari berbagai aspek bahwa selain dosen bertugas mengajar mahasiswa, dosen itu merupakan tenaga pendidik profesional dan ilmuwan yang bertugas mentransformasikan serta mengembangkan pendidikan melalui pelaksanaan tugas pendidikan baik itu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen juga wajib melaksanakan tridharma perguruan tinggi.

Wacana peniadaan tunjangan kinerja dan profesi para dosen ASN ini betul-betul tidak bijak. Dia khawatir akibat kebijakan ini justru menurunkan semangat kerja dosen. Baik itu dosen ASN dan para dosen swasta yang mendapatkan sertifikasi dosen.

Dampak jangka pendek paling dirasa adalah berkurangnya semangat dosen dalam menjalankan fungsi dan peranannya. Sedangkan dampak jangka panjang sumber daya manusia akan semakin parah.

Menurut Herman soal pembangunan SDM pemerintah jangan main-main. Sebab para pencerdas bangsa ada di tangan mereka. Jika wacana ini benar adanya, artinya pemerintah tidak melihat bahwa sektor pembangunan manusia menjadi fokusnya.

Padahal ketika SDM Indonesia berkualitas, maka akan meningkatkan kemajuan negara ini. Dengan keterbukaan informasi sekarang, bila Indonesia mampu melahirkan SDM berkualitas maka negara ini akan bersaing dengan SDM dari negara luar.

Tenaga kerja Indonesia akan dipakai. Tetapi jika SDM nya rendah, ketika masuk ke dunia kerja tak tahu apa-apa, maka besar kemungkinan peluang pekerjaan tersebut akan diambil oleh SDM dari negara luar.

Rencana peniadaan tunjangan kerja bagi dosen ini sebetulnya bertolak belakang dengan target pemerintah di 2045 menuju Indonesia emas. Jika pendidikan dipandang sebelah mata, diapun pesimi jika target pemerintah itu akan berbuah SDM emas.(iza) 

Editor : Miftahul Khair
#Kualitas Pendidikan #tunjangan kinerja #dosen