PONTIANAK POST - Setelah heboh pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) melakukan unjuk rasa pada Senin (20/1), sebuah surat yang berisikan pengalaman pribadi terkait pemecatan atau pengusiran dirinya dari institusi pendidikan tinggi setelah 24 tahun mengabdi viral di media sosial.
Surat itu diduga dituliskan oleh satu ASN yang bertugas di Prahum Ahli Muda dan Pj Rumah Tangga Kementerian Dikti dan Saintek RI, atas nama NH.
Ia merasa dihargai kurang adil, bahkan perlakuan tersebut melanggar hak asasi manusia dan undang-undang.
Penulis tersebut juga meminta maaf kepada pimpinan serta berharap kejadian serupa tidak terulang bagi rekan-rekannya.
Berikut isi lengkap surat dari NH:
Kami Insan Pendidikan Tinggi
Bismillahirrahmanirrahim,
Bersyukur saya berada di institusi pemerintah khususnya Intitusi Pendidikan sejak tahun 2001 menjadi CPNS. Harapan saya adalah saya akan menjadi seorang PNS yang mempunyai tugas mulia, melayani masyarakat Indonesia di bidang pendidikan hingga akhir masa tugas saya. Maka sejatinya saya sebagai pengelola pendidikan tentu harus memberikan contoh atau tauladan sebagai orang-orang yang terdidik dan berkarakter.
Alhamdulillah sudah 24 tahun semua berjalan dengan baik, sampai pada Jumat sore kemarin, 17 Januari 2024, tiba-tiba pimpinan tertinggi kami masuk ke ruangan kami dan dihadapan semua orang, beliau mengusir saya keluar dan memerintahkan untuk pindah ke Kemendikdasmen… Saya keluar dan shalat.
Saya bertanya kepada diri, apa rencana Allah selanjutnya… saya masih ingat arahan pimpinan kami saat itu, tim kami harus memberi pelayanan yang baik kepada pimpinan-pimpinan yang baru, tentu kami langsung siap melayani pimpinan… terutama penanggungjawab rumah tangga, saya, dengan urusan-urusan rumah tangga kantor saja, bukan urusan bidang substantif pendidikan tinggi.
Baca Juga: Polres Ketapang Pasang Spanduk Larangan PETI di Titik Rawan Penambangan Ilegal
Sayangnya, penyebab pengusiran saya kemarin itu berawal dari sebuah meja di ruang tertinggi lantai 18, yang mungkin perlu diganti karena dianggap “tidak menghormati” dan lain-lain. Lalu semua masalah urusan rumah tangga yang terjadi di lapangan, bermuara kepada Saya, sampai saya harus keluar dari institusi ini, Wallahu A'lam Bishawab…
Maka, dari hati yang terdalam, saya menyampaikan permohonan maaf kepada Para Pimpinan yang definitif, jika dalam saya melayani Ibu Bapak semua masih banyak kekurangan… Saya menitipkan teman-teman pegawai Diktiristek, jangan sampai ada lagi yang diperlakukan tidak adil seperti saya. Sungguh ini sangat diluar perikemanusiaan dan melanggar Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang yang ada…
رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
QS 26 ayat 83. (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh”.
18 Januari 2024,
Neni Herlina
197108252001122001
Prahum Ahli Muda &
Pj. Rumah Tangga
Demikian isi surat yang menyebar ke sejumlah media sosial. (mif)
Editor : Miftahul Khair