Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Prajogo Pangestu Urutan ke-58 dan Low Tuck Kwon ke-70 Orang Terkaya Dunia

A'an • Rabu, 12 Februari 2025 | 16:22 WIB
Prajogo Pangestu dan Low Tuck Kwon.
Prajogo Pangestu dan Low Tuck Kwon.

Di Forbes Kekayaan Orang Terkaya Asal Kalbar Menyusut, Harta Raja Batu Bara Justru Naik

PONTIANAK POST - Kekayaan para konglomerat Indonesia terpantau menyusut. Di sisi lain, kekayaan taipan papan atas lainnya meningkat. Ini tercermin dari data yang di release forbes dotcom pada Rabu (12/2).

Nama Prajogo Pangestu tetap teratas di urutan orang terkaya di Indonesia. Namun di peringkat dunia, pemilik Barito Pacific Group tersebut turun ke urutan ke 58, setelah awal Januari berada di urutan ke 34. Sementara Raja Batubara Indonesia, Low Tuck Kwong berada di urutan ke 70.

Merosotnya nilai kekayaan Prajogo Pangestu ini sejalan dengan ambruknya harga saham Grup Barito. Seluruh saham milik sang konglomerat kompak melemah, sejak beberapa waktu lalu. Kekayaan bersihnya menyusut sampai 6,2 persen atau berkisar $2,4 miliar. Kini kekayaan bersihnya mencapai $31,4 miliar saja. Jika menggunakan kurs rupiah spot wise Rp 16.370 per dolar AS, harta kekayaan pria pemilik perusahaan Grup Barito ini menyusut tinggal Rp 32,3 triliun saja.

Merosotnya harta kekayaan pria asli bernama Phang Djoem Phen ini karena dampak portofolio saham yang dimilikinya kompak ambruk beberapa waktu lalu. Lima emiten (saham) milik Prajogo dibuka di zona merah. Empat diantaranya bahkan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) yakni Barito Renewables Energy (BREN), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN). Sampai menjelang batas penutupan bursa, Petrosea (TPIA) ikut ambruk lebih dari 19-20 persen. Pun demikian engan Petrosea (PTRO). Keempatnya adalah portofolio perusahaan terbuka paling anyar milik Prajogo.

Prajogo Pangestu kelahiran Sungai Betung, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat adalah putra seorang pedagang karet. Prajogo Pangestu memulai bisnis kayunya pada akhir tahun 1970-an.

Perusahaannya, Barito Pacific Timber, go public pada tahun 1993 dan mengubah namanya menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayunya pada tahun 2007.
Pada tahun 2007, Barito Pacific mengakuisisi 70 persen perusahaan petrokimia Chandra Asri, yang juga diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Pada tahun 2011 Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia dan menjadi salah satu produsen petrokimia terpadu terbesar di negara ini. Pada tahun yang sama Thai Oil mengakuisisi 15 persen saham di Chandra Asri. Setelah membawa perusahaan pertambangan batu bara miliknya, Petrindo Jaya Kreasi, ke publik pada tahun 2023, Pangestu mendaftarkan anak perusahaan energi terbarukan, Barito Renewables Energy, di akhir tahun.

Sementara, kekayaan Low Tuck Kwon (LTK) justru meningkat. Terjadi kenaikan pendapatan pada kekayaannya bersihnya sekitar $1 juta USD. Total kekayaannya mencapai $27,7 miliar.
LTK sendiri identic dengan sebutan raja batu bara. Low Tuck Kwong lahir di Singapura dan merupakan pendiri Bayan Resources, sebuah perusahaan pertambangan batu bara di Indonesia.

Dia juga mengendalikan perusahaan energi terbarukan Singapura Metis Energy (sebelumnya dikenal sebagai Manhattan Resources). LTK juga dikenal memiliki saham di The Farrer Park Company dan Samindo Resources. Low Tuck Kwong mendukung SEAX Global, yang membangun sistem kabel laut bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

Pengalamannya dahulu adalah Low bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya di Singapura saat remaja dan kemudian pindah ke Indonesia pada tahun 1972 untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar. Pada bulan Agustus 2024, ia mentransfer saham di Bayan, yang saat itu bernilai $6,6 miliar, kepada putrinya Elaine.(den)

Editor : A'an
#Low Tuck Kwong #prajogo pangestu #konglomerat