PONTIANAK POST - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa dana desa berpotensi meningkat menjadi Rp6 hingga Rp8 miliar per desa setiap tahun.
Kenaikan ini sejalan dengan pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).
Saat ini, alokasi dana desa berada di angka Rp1,1 miliar per desa per tahun. Namun, dengan adanya program MBG, Luhut optimis anggaran tersebut dapat ditingkatkan secara signifikan.
"Dana desa kita punya (saat ini) Rp1,1 miliar per desa per tahun tapi sekarang ada makan bergizi gratis, kita bisa naikkan mungkin Rp6 hingga Rp8 miliar per desa," ujar Luhut dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, penambahan dana desa ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi perputaran ekonomi di tingkat desa serta memperluas aktivitas perekonomian masyarakat.
"Bisa anda bayangkan pertumbuhan ekonomi yang bisa ditopang dengan hal ini. Karena perputaran ekonomi di desa tentu menjadi lebih efisien," tambahnya.
Luhut juga menekankan bahwa program MBG bertujuan untuk menciptakan kesetaraan, terutama karena program ini menjangkau sekolah-sekolah di 74 ribu desa di seluruh Indonesia.
"Banyak orang yang tak memerhatikan karena pada dasarnya MBG ini turut membantu mewujudkan kesetaraan, karena mencakup 74 ribu desa," pungkasnya. (mif)
Editor : Miftahul Khair