PONTIANAK POST - Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (24/2).
Untuk memimpin Danantara, Prabowo menunjuk Rosan Perkasa Roeslani sebagai Chief Executive Officer (CEO) dan Pandu Patria Sjahrir sebagai Chief Investment Officer (CIO) yang akan membantu mengelola investasi strategis lembaga tersebut.
Pandu Sjahrir sebelumnya diperkenalkan sebagai perwakilan Danantara oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dalam konferensi pers tentang insentif program 3 juta rumah pada 11 Februari di Gedung Bank Indonesia (BI).
Lahir di Boston, Massachusetts, AS, pada 17 Mei 1979, Pandu menempuh pendidikan di Phillips Academy Andover dan memperoleh gelar sarjana dari Universitas Chicago pada 2000.
Ia kemudian meraih gelar MBA dari Stanford Graduate School of Business pada 2007.
Saat ini, Pandu menjabat sebagai Ketua Pengembangan Keuangan Digital Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.
Ia juga menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Toba Bara Sejahtera (TBS) Energi Utama Tbk (TOBA) sejak 2010 dan Direktur Utama Electrum, perusahaan patungan antara TOBA dan Gojek Indonesia yang fokus pada ekosistem kendaraan listrik.
Selain itu, Pandu juga merupakan Chairperson Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) sejak 2021, Managing Partner Indies Capital, dan Founding Partner AC Ventures.
Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Gojek Indonesia, Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI), serta Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) periode 2018-2021.
Selama Pilpres 2024, Pandu terlibat sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.
Sebagai CIO Danantara, Pandu akan membawahi divisi Chief Financial Officer (CFO) dan Investment Management, membantu Rosan mengelola aset yang diperkirakan mencapai lebih dari 900 miliar dolar AS, dengan dana awal sekitar 20 miliar dolar AS.
Dana tersebut akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek berkelanjutan di sektor energi terbarukan, manufaktur canggih, industri hilir, dan produksi pangan.
Dilansir dari Antara, Peluncuran Danantara menjadi tonggak baru dalam transformasi pengelolaan investasi strategis Indonesia.
Lembaga ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan visi Astacita, yang bertujuan membawa ekonomi Indonesia ke tingkat lebih tinggi melalui investasi inklusif dan berkelanjutan.
Danantara akan diawasi oleh Dewan Pengawas (Dewas) yang dipimpin oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua dan Muliaman Hadad sebagai Wakil Ketua.
Posisi anggota Dewas diisi oleh beberapa pejabat penting, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta perwakilan dari KPK, BPK, BPKP, dan PPATK.
Selain Dewas, Danantara juga akan memiliki Dewan Penasihat dan Oversight & Accountability Committee.
Presiden Prabowo berencana melibatkan penasihat global dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, China, dan India, yang memiliki keahlian di bidang bisnis atau latar belakang politik untuk memperkuat peran Danantara dalam mengelola investasi strategis. (mif)
Editor : Miftahul Khair