PONTIANAK POST - Meningkatkan kualitas sperma tanpa obat dapat dicapai melalui perubahan gaya hidup dan pola
makan yang sehat. Dilansir dari Healthline, berikut beberapa langkah efektif yang dapat dilakukan oleh suami.
1. Olahraga rutin
Aktivitas fisik dengan intensitas sedang dapat meningkatkan enzim antioksidan yang melindungi sperma.
Olahraga rutin juga berhubungan dengan kadar testosteron yang lebih tinggi dan kualitas semen yang lebih baik.
2. Jaga asupan vitamin C
Penelitian menunjukkan stres oksidatif dapat mempengaruhi kualitas dan jumlah sperma yang berpotensi menyebabkan infertilitas pada pria.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini adalah dengan pemenuhan asupan vitamin C harian melalui makanan alami, seperti sayur dan buah, maupun suplemen.
Stres oksidatif terjadi ketika kadar reactive oxygen species (ROS) dalam tubuh mencapai tingkat berbahaya.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit, penuaan, polusi lingkungan, atau gaya hidup yang tidak sehat.
3. Kelola stres
Stres dapat memengaruhi kualitas sperma.
Mengelola stres melalui teknik relaksasi, seperti meditasi atau yoga, dapat membantu meningkatkan kesehatan reproduksi pria.
Sebuah studi tahun 2020 menunjukkan bahwa stres dan kelelahan berhubungan dengan disfungsi ereksi serta penurunan kepuasan seksual.
Stres juga dikaitkan dengan menurunnya kualitas sperma. Hal ini mungkin disebabkan oleh kadar kortisol, yang sering disebut sebagai hormon stres.
Stres berkepanjangan dapat meningkatkan kadar kortisol, yang berpotensi berdampak negatif pada kadar testosteron.
4. Jaga berat badan ideal
Menurunkan berat badan bagi pria dengan obesitas dapat meningkatkan volume air mani, konsentrasi, dan motilitas sperma.
Penurunan berat badan yang signifikan dapat dicapai melalui pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik.
5. Makan makanan Tinggi Seng
Seng merupakan mineral yang penting untuk kesehatan kesuburan pria.
Kandungan seng ini bisa didapatkan dari makanan hewani seperti daging, ikan, telur dan kerang.
Studi observasional menunjukkan bahwa kadar seng tubuh yang rendah dikaitkan dengan kadar testosteron yang lebih rendah.
Kondisi ini memperburuk kualitas sperma dan meningkatkan risiko masalah infertilitas. (*/uni)
Editor : Miftahul Khair