PONTIANAK POST – J, personel Pangkalan Angkatan Laut, Lanal Balikpapan, Kalimantan Timur sudah ditahan karena dugaan keterlibatan dalam pembunuhan Juwita, jurnalis sebuah media online di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Tapi, sampai dengan kemarin belum terungkap modus dan motif di balik kasus tersebut. Padahal, mengutip J dan Juwita dikabarkan sudah bertunangan dan berencana menikah setelah Lebaran. Komandan Detasemen Polisi Militer Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan Mayor Laut Ronald Ganap berjanji akan transparan menangani kasus ini. J, kata Ronald, akan dibawa ke Banjarbaru untuk proses pemeriksaan.
“Kami masih, menyiapkan berkas-berkas, yang akan dibawa ke Banjarbaru terkait percepatan, penyelesaian perkara,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin.
Juwita ditemukan meninggal dunia di tepi jalan wilayah Gunung Kupang, Kecamatan, Cempaka, Kota Banjarbaru, Sabtu, sekitar pukul 15.30, Wita. Keluarga Juwita menyebut, korban meninggalkan, rumah pada Sabtu meminta izin keluar rumah menuju ke arah Guntung Payung.
Meski menyadari bahwa kasus itu akan diadili lewat pengadilan militer, Subpraja Adinata, kakak korban ingin si pembunuh adiknya juga diadili di pengadilan sipil. ”Tidak hanya secara militer. Yang jelas saya pribadi sebagai kakak kandung minta pelaku wajib dihukum mati, ” kata Subpraja dengan, suara bergetar.
Dalam konferensi pers Rabu, Ronald membenarkan kalau J diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Juwita dan telah diamankan Polisi Militer Angkatan Laut, Pomal Lanal Balikpapan. Pihaknya masih melakukan pendalaman dan berjanji akan menyampaikan hasilnya dalam rilis berikutnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolda Kalsel Irjen Rosyanto Yudha Hermawan mengaku pihaknya masih masih fokus menyelidiki kasus kematian Juwita. Serupa Ronald, Yudha berjanji akan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada masyarakat.
PWI Kalsel Beri Apresiasi
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah cepat dan profesional kepolisian serta Lanal Balikpapan dalam mengusut kasus kematian Juwita. Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie mengatakan bahwa tindakan tegas aparat menunjukkan komitmen terhadap penegakan hukum dan keadilan. ”Kami mendukung penuh, upaya pengusutan kasus ini, secara transparan dan profesional. “Kepercayaan publik, terhadap penegakan hukum, harus terus dijaga,”ucapnya.
Baca Juga: Tol Ibu Kota Nusantara untuk Mudik Kaltim-Kalsel Hanya Beroperasi 13 Jam Karena Minim Penerangan
Terkenal Ceria
Di kalangan rekan kerja, Juwita dikenal sebagai pribadi ceria dan mudah bergaul. "Saya pertama kali kenal Juwita saat masih sering liputan bareng di lapangan. Dia orangnya ceria, mudah bergaul, dan sangat supel. Namun, dalam urusan pribadi, dia cukup tertutup, terutama kepada teman laki-laki. Kalau pun berbagi cerita, itu hanya kepada sahabat perempuan yang benar-benar dekat dengannya," ujar Redaktur Newsway Suroto alias Isur di Banjarmasin, Kamis.
Kepergian Juwita yang mengabdi sebagai jurnalis media jaringan lokal Newsway.co.id, dikatakan Isur, menyisakan luka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, serta insan pers di Kalsel.
Juwita yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Gunung Kupang, Banjarbaru pada Sabtu (22/3), diduga dibunuh seorang oknum Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan, Kalimantan Timur berinisial Kelasi Satu J yang sebelumnya berdinas di Lanal Banjarmasin.
Meski dikenal ceria dan mudah bergaul, Isur mengungkapkan Juwita cukup tertutup terhadap urusan pribadi. Sebagai jurnalis, Juwita dikenal profesional dan memiliki hubungan baik dengan narasumber. Bahkan, sejumlah narasumber yang menanyakan keberadaan jurnalis wanita tersebut ketika mulai jarang liputan di lapangan.
"Beberapa narasumber sering bertanya, Kok Juwita jarang datang lagi, Itu artinya, dia menjalin hubungan sosial yang baik dengan mereka," tambah Isur.
Juwita bergabung dengan Newsway sejak 2022, ketika media tersebut masih dalam tahap awal berkembang. Sebagai wartawan muda, ia menunjukkan keseriusan dalam dunia jurnalistik, bahkan telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan dan menjadi anggota muda Dewan Pers serta anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel.
Selain aktif sebagai jurnalis, Juwita juga tengah menyelesaikan masa skripsi S1 di sebuah universitas di Kalimantan Selatan. Karena fokus pada studi, dalam enam bulan terakhir ia lebih banyak berperan sebagai kontributor Newsway.co.id.
"Ketika dia mau menyelesaikan skripsi, Juwita sempat meminta untuk tidak aktif mencari berita. Kami memahami itu, sehingga dia hanya mengirim berita jika ada waktu luang," jelas Isur.
Sejak kecil, Juwita bercita-cita menjadi jurnalis yang berpengaruh. Keluarga dan temannya mengenal korban sebagai sosok yang sangat gigih mengejar impian seperti jurnalis terkenal Najwa Shihab.
"Dia memang serius di dunia jurnalistik. Bahkan keluarganya bilang, dia ingin seperti Najwa Shihab. Cita-citanya tinggi dan dia bekerja keras untuk itu," ungkap Isur.
Sebagai seorang jurnalis, Juwita selalu tampil rapi dan modis saat bertugas di lapangan. Ia dikenal sebagai penulis yang cermat, menghasilkan karya jurnalistik berkualitas yang jarang memerlukan banyak penyuntingan.
Kematian Juwita yang tragis membawa duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya di Newsway, sebagai bentuk penghormatan, Redaksi Newsway memutuskan untuk mengubah tampilan situs mereka menjadi latar hitam sebagai tanda berkabung. "Pada 22 Maret merupakan hari berkabung bagi Newsway Kami sangat kehilangan sosok Juwita," tutur Isur dengan nada penuh kesedihan.
Selain itu, insan pers di Kalimantan Selatan turut memberikan perhatian besar terhadap kasus ini. Beberapa wartawan bahkan membentuk tim investigasi independen untuk mengungkap lebih dalam penyebab kematian Juwita.
"Kami berharap kasus ini dituntaskan, pihak tempat bernaung pelaku sudah menyatakan akan membuka kasus ini selebar-lebarnya. Kami harap itu bukan sekadar pernyataan, tetapi benar-benar dilakukan. Kejahatan ini harus diadili dengan maksimal, dan pelaku mendapatkan hukuman yang pantas atas perbuatannya," tegas Isur. (jp/ant)
Editor : A'an