Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Safari Didit Dinilai Jadi Representasi Sikap Politik Prabowo

Hanif PP • Jumat, 4 April 2025 | 08:47 WIB
SILATURAHMI: Kunjungan putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo, ke kediaman Megawati, Senin 31 Maret 2025 disambut hangat Megawati, Puan Maharani, dan sang putri Pinka Haprani.
SILATURAHMI: Kunjungan putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo, ke kediaman Megawati, Senin 31 Maret 2025 disambut hangat Megawati, Puan Maharani, dan sang putri Pinka Haprani.

PONTIANAK POST – Aktivitas tak biasa dilakukan putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo dengan mendatangi sejumlah elite politik di Indonesia. Kiprah Didit dinilai menjadi representasi dari sikap politik Prabowo yang ingin merangkul semua kalangan.

Untuk diketahui, dalam momen lebaran, Didit bertemu dengan tiga tokoh besar yang juga mantan presiden, yakni Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, dan Megawati Soekarno Putri.

Peneliti politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Raharjo Jati mengatakan, pola silaturahmi yang dilakukan anggota keluarga presiden kepada beberapa elite politik senior, terutama mantan presiden baru kali ini terjadi.

”Hal ini tentu bisa dimaknai secara alamiah mengingat ini juga bertepatan dengan momen Idul Fitri,” ujarnya, kemarin (3/4).

Wasisto tak menampik bahwa safari Didit punya perspektif politik. Yang paling terlihat adalah kunjungan ini sebagai representasi sikap politik Prabowo. Terbukti, Didit juga mendatangi Megawati yang notabene berada di luar koalisi pemerintah.

’’Presiden pernah mengungkapkan ingin merangkul semua kalangan elite politik. Oleh karena itu, Mas Didit sebagai bentuk representasi simbolis Prabowo,” imbuhnya.

Terkait efektivitas Didit sebagai juru damai antarelite, Wasisto menilai sejauh ini belum dapat dipastikan. Sebab, hal itu bagian dari proses yang sedang dijalani Didit. Namun, baginya, safari itu menjadi fondasi penting. ”Paling tidak, Didit telah meletakkan batu fondasi silaturahmi antarelite politik yang selama ini berseberangan,” jelasnya.

Wasisto juga berpendapat bahwa peluang Didit untuk terlibat dalam politik praktis sangat besar. Sebagai anak presiden ke-8 dan cucu presiden ke-2, pria yang akrab di dunia fashion itu dinilai punya modal politik yang cukup.

”Namun, itu tergantung pada peran dan tugas yang diberikan oleh ayahnya ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno mengapresiasi pertemuan Didit dengan para mantan presiden. Menurut dia, Didit berhasil meneduhkan suasana politik sekaligus menjadikan keberagaman sebagai kekuatan. Apalagi, momentumnya juga tepat di hari Lebaran.

”Inisiatif Mas Didit bertemu Bu Mega menunjukkan bahwa di atas perbedaan dan dinamika politik, pada akhirnya yang menyatukan semua adalah merah putih,” ujarnya.

Secara khusus, doktor ilmu politik Universitas Indonesia (UI) itu mendukung komitmen Presiden Prabowo untuk merangkul berbagai komponen bangsa dalam usaha mencapai target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi 8 persen. ”Jadi, bukan soal koalisi atau oposisi, tapi bentuk saling mendukung dalam kebijakan pemerintah yang prorakyat dan on the track untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” jelasnya.

Eddy juga menyampaikan apresiasinya terhadap Didit yang bisa diterima semua pihak. Dia dinilai menjadi representasi yang melampaui perbedaan-perbedaan politik. ”Kalau situasi politiknya stabil, demokrasi berkualitas, dan pertumbuhan ekonomi terus naik, pada akhirnya rakyat yang diuntungkan dengan kesejahteraan yang semoga terus meningkat,” papar anggota DPR dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur itu. (far/oni)

Editor : Hanif
#putra presiden #Prabowo Subianto #elite politik #idul fitri #didit hediprasetyo