Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Tim Advokasi Yakin Pembunuhan Juwita Direncanakan: Kenapa Rekonstruksi Tak Tampilkan Adegan Kekerasan Seksual?

Hanif PP • Senin, 7 April 2025 | 09:41 WIB
JUWITA
JUWITA

PONTIANAK POST – Ketua Tim Advokasi Untuk Keadilan Juwita, M. Pazri menyebut ada beberapa peristiwa yang tertinggal dalam rekonstruksi kasus pembunuhan wartawan Juwita yang digelar Denpom AL Banjarmasin. Sebab, reka ulang tersebut hanya memperlihatkan cara dan momen Jumran, tersangka pelaku, membunuh korban.“Ada beberapa peristiwa yang tidak ada dalam rekonstruksi kemarin,” ungkapnya kepada Radar Banjarmasin kemarin(6/4) tentang rekonstruksi yang dihelat Sabtu (5/4) tersebut.

Peristiwa yang dia maksuditu, lanjut Pazri, adegan dugaan kekerasan seksual yang dilakukan Jumran. Fakta yang saatini dipegang pihaknya, menunjukkan adanya banyak cairan sperma yang ditemukan dikemaluan korban.Sebenarnya, beber Pazri, ada beberapa hal lain yang menurutnya masih meninggalkan kejanggalan dalam rekonstruksikasus Juwita kemarin. “Ini akan kami tanyakan lagi ke penyidik dan tentunya yang akan lebih kami dalami lagi adalah mengenai adanya dugaan kekerasan seksual kepada Juwita,” katanya.

Jumran, anggota TNI Angkatan Laut berpangkat kelasi satu, menjalani 33 adegan selama rekonstruksi di Jalan Trans Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Selain adegan terkait dugaan pemerkosaan, pihaknya juga mempertanyakan tidak adanya tempo waktu saat pelaksanaan rekonstruksi terkait peristiwa yang dialami oleh korban Juwita “Karena dalam rekonstruksi tidak disebutkan pukul berapa saja, hari dan tahunnya," katanya.

Setelah melihat jalannya rekonstruksi, Pazri pun semakin meyakini bahwa pembunuhan yang dilakukan Jumran berencana sebagaimana yang disangkakan penyidik dalam Pasal 340 KUHP. “Ada jeda waktu, ada setting, ini bukan spontan,” katanya.

Pendampingan PWI-AJI

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Sulawesi Tengah (Sulteng) menunggu hasil resmiotopsi untuk mengungap penyebab meninggalnya jurnalis SiturWijaya. Istri korban, sebagaimana dikutip ketua PWI Sulteng Syahrul, juga menyatakan bakal menerima jika hasil otopsi menyebut wartawan sebuahmedia daring tersebut meninggal karena alasan medis. Tapi, jika ada dugaan tindakan pidana, bakal diambil langkah hukum.

“PWI dan AJI siap melakukan pendampingan dan siap mengawal penanganan kasus,” kata Syahrul seperti dikutip dari Antara kemarin (6/4). Situr ditemukan meninggal di sebuah hotel di Jakarta Barat Jumat (4/4) pekan lalu. Di jenazahnya ditemukan bekas luka lebam pada wajah dan sayatan di leher. (agg/bar/ttg)

Editor : Hanif
#juwita #pembunuhan jurnalis #angkatan laut #rekontruksi #advokasi #keadlian #TNI