Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Gunung Merapi Luncurkan 7 Guguran Lava, Status Siaga Masih Berlaku

Miftahul Khair • Senin, 7 April 2025 | 13:32 WIB
Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari pos pantau Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, Rabu malam (24/5/2023)
Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari pos pantau Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, Rabu malam (24/5/2023)

PONTIANAK POST – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menunjukkan peningkatan signifikan.

Pada Senin (7/4/2025), gunung api aktif tersebut tercatat meluncurkan tujuh kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum mencapai 1,8 kilometer.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menyampaikan bahwa dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, guguran lava teramati meluncur ke arah hulu Kali Sat/Putih sebanyak lima kali dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter.

Selain itu, satu guguran lava tercatat mengarah ke Kali Krasak sejauh 1.200 meter dan satu lainnya ke Kali Boyong sejauh 1.500 meter.

Selain aktivitas guguran lava, selama periode tersebut Gunung Merapi juga mengalami 13 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 2 hingga 9 milimeter dan durasi gempa berkisar antara 45,34 hingga 128,9 detik.

Aktivitas seismik lainnya berupa 42 kali gempa hybrid atau gempa fase banyak juga terpantau, dengan amplitudo 2 hingga 14 milimeter dan durasi 10,67 hingga 15,56 detik.

Secara visual, puncak Gunung Merapi terlihat jelas dengan asap kawah berwarna putih, bertekanan lemah, berintensitas tipis, dan tinggi mencapai 25 meter dari puncak.

Cuaca di sekitar kawasan tersebut dilaporkan cerah, suhu udara berkisar antara 16 hingga 19 derajat Celsius dengan kelembaban antara 87,1 sampai 92 persen. Angin bertiup tenang ke arah barat.

Dalam laporan evaluasi mingguan BPPTKG untuk periode 27 Maret hingga 3 April 2025, disebutkan bahwa morfologi kubah lava di sisi barat daya Gunung Merapi mengalami sedikit perubahan akibat aktivitas guguran lava.

Sementara itu, kubah tengah tidak menunjukkan perubahan morfologis yang signifikan. Berdasarkan hasil analisis foto udara pada 11 Maret 2025, volume kubah lava di barat daya diperkirakan mencapai 3.626.200 meter kubik, sedangkan volume kubah tengah sebesar 2.368.800 meter kubik.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di wilayah potensi bahaya, mengingat risiko guguran lava dan awan panas masih tinggi.

Wilayah rawan di sektor selatan-barat daya meliputi aliran Sungai Boyong dengan jarak maksimal lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh tujuh kilometer dari puncak.

Di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh tiga kilometer dan Sungai Gendol sejauh lima kilometer.

Selain itu, jika terjadi erupsi eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau wilayah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Agus Budi Santoso menegaskan bahwa meskipun kondisi visual tampak tenang, potensi bahaya tetap ada.

Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk menghindari risiko yang lebih besar. (mif/ant)

Editor : Miftahul Khair
#Siaga #gunung #guguran lava #merapi