Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Lima Kali Gempa Guncang Bogor dalam Lima Jam, BMKG: Akibat Sesar Aktif

Miftahul Khair • Sabtu, 12 April 2025 | 13:11 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari.

PONTIANAK POST - Gempa dengan magnitudo 4,1 pada Kamis (10/4) pukul 22.16 WIB begitu terasa di wilayah Bogor dan sekitarnya. Suara gemuruh disertai guncangan hebat membuat warga panik. Mereka berhamburan ke luar rumah.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terdeteksi di koordinat 6,62 lintang selatan (LS) dan 106,8 bujur timur (BT) di daratan, dengan kedalaman hiposenter 5 kilometer.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyampaikan bahwa sedikitnya 35 unit rumah rusak ringan hingga sedang. ”Tidak ada korban akibat gempa," katanya.

Hingga kemarin, BPBD Kota Bogor masih bersiaga melakukan pemantauan serta upaya penanganan. Meski demikian, dilaporkan kondisi warga sudah kondusif dan kembali ke rumah masing-masing.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menyampaikan bahwa gempa Bogor merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif. ”Hal ini tampak pada bentuk gelombang gempa hasil catatan sensor seismik DBJI (Darmaga) dan CBJI (Citeko)," katanya kemarin.

Karakteristik gelombang S (Shear) tampak kuat dengan komponen frekuensi tinggi. Selain dirasakan warga di sekitar Bogor (baik di kabupaten maupun kota), gempa juga terasa di Depok dan sekitarnya. Getaran yang dirasakan seperti sedang ada truk melintas di jalan tak rata.

Hingga kemarin (11/4) siang, dari hasil monitoring BMKG, pascagempa pertama tercatat terjadi gempa susulan sebanyak empat kali, yaitu pada Kamis (10/4) pukul 23.12 WIB (magnitudo 1,9) dan pukul 23.14 WIB (magnitudo 1,7), lalu pada Jumat (11/4) pukul 01.04 WIB (magnitudo 1,6), dan pukul 01.38 WIB (magnitudo 1,7). Artinya, terjadi lima kali gempa dalam rentang waktu hampir lima jam. (mia/dee/ris)

 

Editor : Miftahul Khair
#bmkg #gempa #bogor