PONTIANAK POST – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar usulan Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengevakuasi warga Gaza, Palestina, ke Indonesia dikaji kembali secara serius.
MUI menilai, rencana tersebut dapat menimbulkan kontroversi dan justru kontraproduktif terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
"Presiden sudah mengeluarkan pandangan tentang evakuasi, tetapi menimbulkan kontroversi. Kontroversi ini kalau dibiarkan, ini menjadi benih-benih meretaknya konsolidasi," ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim dikutip dari Antara di Jakarta, Senin (15/4).
Evakuasi Dinilai Melemahkan Perjuangan Palestina
Menurut Sudarnoto, wacana evakuasi terhadap 10.000 warga Gaza ke luar negeri, termasuk ke Indonesia, justru bisa memupus harapan kemerdekaan Palestina. Ia menilai langkah tersebut akan menguntungkan pihak agresor, dalam hal ini Israel, dan memperkuat narasi pengosongan wilayah Gaza.
"Merelokasi warga Gaza justru memupus harapan kemerdekaan Palestina. Tidak ada yang menjamin mereka bisa kembali ke tanah airnya," tegasnya.
Sudarnoto menilai lebih penting bagi pemerintah Indonesia untuk menekan Israel agar menghentikan agresinya terhadap warga Palestina, alih-alih mengeluarkan warga dari tanah mereka sendiri.
MUI Akan Temui Presiden
Dalam waktu dekat, MUI berencana untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto guna menyampaikan pandangan masyarakat dan rekomendasi resmi terkait isu Palestina.
"Karena itu sungguh sangat penting untuk menyampaikan pandangan sikap kepada Presiden agar isu evakuasi ini dikaji lebih mendalam," lanjut Sudarnoto.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap memperkuat semangat persatuan dalam membantu perjuangan rakyat Palestina, dengan langkah yang tepat dan mendesak.
"Kami berharap sinergi antara Pemerintah RI dan masyarakat dapat tetap terjalin dengan kuat untuk membela bangsa Palestina," pungkasnya.
Relokasi Justru Dukung Agenda Israel dan AS
Pandangan senada juga disampaikan oleh Muhammad Husein Gaza, seorang aktivis asal Indonesia yang pernah tinggal di Gaza. Ia menilai wacana relokasi justru memperburuk situasi dan menguntungkan agenda politik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump, yang menurutnya ingin mengosongkan wilayah Gaza.
"Relokasi ini malah mendukung upaya Netanyahu dan Trump untuk mengosongkan Gaza," ujarnya.
Husein menekankan bahwa yang paling dibutuhkan warga Gaza saat ini adalah penghentian agresi, penanganan medis, dan bantuan kemanusiaan yang mendesak, bukan pemindahan warga ke negara lain. (mif)
Editor : Miftahul Khair