Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Presiden RI Siap Lepas Kloter Haji Pertama

Hanif PP • Minggu, 20 April 2025 | 09:23 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto
Presiden RI, Prabowo Subianto

PONTIANAK POST - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan turut memberangkatkan jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama pada 2 Mei 2025 mendatang.

"Insyaallah saya sudah sampaikan kepada Bapak Presiden, mudah-mudahan ada waktunya Bapak Presiden melepas rombongan jemaah haji pertama tanggal 2 Mei 2025," katanya, Sabtu (19/4).

Menag menegaskan, Presiden juga menekankan pentingnya memberikan pelayanan khusus terhadap jemaah haji di tahun 2025 dan memastikan tidak ada jemaah yang telantar.

"Presiden Prabowo sendiri juga sangat menekankan betapa pentingnya memberikan pelayanan khusus terhadap jemaah haji kita kali ini, Presiden juga mewanti-wanti kepada kami penyelenggara, agar jangan ada jemaah haji yang telantar, dan kami sudah berikhtiar sedemikian rupa, termasuk bekerja sama dengan media untuk membantu memberikan informasi yang terang-benderang kepada masyarakat kita," paparnya.

Ia juga menyatakan skema murur dan tanazul secara resmi akan diterapkan dalam rangkaian ibadah haji tahun 2025.

"Tahun ini kita perkenalkan secara resmi, kita melakukan apa yang disebut dengan murur, dan kita juga melakukan tanazul," ucapnya.

Murur adalah pergerakan jemaah haji dari Arafah melintas di Muzdalifah, lalu menuju Mina saat puncak haji. Jemaah diberangkatkan dari Arafah setelah Salat Maghrib menuju Muzdalifah, tanpa turun dan langsung menuju Mina.

Murur secara sistematis kali pertama diterapkan pada penyelenggaraan haji 2024. Terobosan itu berhasil mempercepat proses mobilisasi jemaah dari Muzdalifah ke Mina. Pada 2024, skema murur diterapkan utamanya bagi jemaah lanjut usia dan disabilitas.

"Lalu apa itu tanazul? Itu artinya, tidak lagi mutlak seorang jemaah itu harus menginap di tenda yang sudah tersedia di Mina, tetapi bisa menginap di hotel, karena jarak menuju ke kemah mereka itu lebih jauh daripada pergi ke hotel mereka. Kalau ke hotel, perjalanan satu atau 1,5 kilometer sudah sampai, jadi di hotel kan lebih enak tidurnya daripada di tenda," tuturnya.

Menag juga berpesan kepada seluruh jemaah agar meniatkan untuk beribadah haji tanpa ada embel-embel apapun, serta terus mengikuti perkembangan dari Badan Penyelenggara Haji (BPH) untuk merawat kemabruran haji.

"Niatkan haji tidak ada embel-embel apapun, murni untuk haji. Ikuti betul perkembangan-perkembangan dari BPH bagaimana merawat kemabruran," kata Nasaruddin. Ia juga menyampaikan bahwa ibadah haji cukup dilakukan sekali asalkan disertai dengan niat yang benar untuk mabrur.

"Nabi Muhammad SAW hanya sekali haji, umrahnya berkali-kali. Maka, tidak perlu berambisi untuk haji berkali-kali, satu kali saja cukup, beri kesempatan bagi yang lain untuk ikut merasakan ibadah haji, karena satu kali haji yang mabrur itu sama dengan tujuh kali haji," tuturnya.(ant)

Editor : Hanif