PONTIANAK POST - Wakiyem, yang lebih dikenal sebagai Mbok Yem, penjaga warung legendaris di puncak Gunung Lawu, meninggal dunia pada Rabu siang, 23 April 2025.
Kabar duka ini datang dari kampung halamannya di Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Pemerintahan Desa Gonggang, Sugeng Sucipto.
Ia menyampaikan bahwa Mbok Yem sempat menjalani perawatan di RSU Siti Aisyiyah Ponorogo sebelum wafat.
“Beliau didiagnosis mengalami pneumonia akut, infeksi paru-paru yang membuat saluran pernapasannya terganggu,” ujar Sugeng dikutip dari Radar Kediri (Grup Pontianak Post).
Kondisi Mbok Yem mulai menurun sejak awal Ramadan. Pada Selasa, 4 Maret 2025, ia ditandu turun dari Gunung Lawu karena kesehatannya memburuk.
Hal ini mengejutkan banyak pihak karena selama ini Mbok Yem dikenal hanya turun gunung satu kali dalam setahun, tepatnya menjelang Idulfitri, yakni pada malam ke-27 Ramadan.
Namun, tahun ini berbeda. Ia terpaksa turun lebih awal, yakni pada hari keempat Ramadan karena alasan kesehatan yang mendesak.
Keluarga menyebut bahwa sebelum wafat, Mbok Yem sempat menyampaikan keinginannya untuk tidak kembali ke warung di puncak gunung.
Ia ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama keluarga, terutama di tengah kehangatan anak dan cucunya.
Adapun terkait nasib warungnya di puncak gunung Lawu, keluarga masih mempertimbangkannya.
Belum ada keputusan pasti terkait warung legendaris milik Mbok Yem. (mif)
Editor : Miftahul Khair