PONTIANAK POST - Rekaman CCTV menjadi salah satu barang bukti dalam pengungkapan kasus pembunuhan terhadap Al-Bashar. Korban merupakan laki-laki berusia 32 tahun. Mayatnya ditemukan oleh warga di Kilometer 21 Jalan Daan Mogot pada Selasa (22/4). Seolah tanpa beban, pelaku pembunuhan dengan santai membawa mayat korban menggunakan sepeda motor.
Peristiwa itu terekam dalam CCTV yang berhasil diamankan oleh penyidik Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang Kota. Pada salah satu potret yang diambil dari rekaman CCTV tersebut, tampak pelaku yang belakangan diketahui bernama Nana alias Ragil melintasi jalan raya. Dia santai mengendarai sepeda motor dengan barang bawaan yang terbungkus karung.
Tidak ada yang menyangka bahwa dalam karung tersebut sudah terbujur mayat Al-Bashar. Oleh Nana, rekan kerja yang sudah dia habisi nyawanya itu dibuang begitu saja. Lokasi pembuangan mayat korban sesuai dengan TKP penemuan di Kilometer 21 Jalan Daan Mogot. Mayat korban akhirnya ditemukan oleh warga dan membuat geger.
”Tersangka membuang mayat korban di tempat sepi di got di Jalan Daan Mogot Kilometer 21 RT 005, RW 03, Kelurahan Batuceper, Kota Tangerang, Provinsi Banten,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra kepada awak media pada Jumat (25/5).
Berdasar keterangan Nana sebagai pelaku pembunuhan, dia tega membunuh Al-Bashar karena merasa kesal dan sedang butuh uang. Tidak hanya menghabisi nyawa korban, pelaku juga merampas sepeda motor milik korban. Rangkaian peristiwa pembunuhan dan pembuangan mayat tersebut dilakukan pada Minggu (20/4).
”Tersangka merasa kesal atau emosi, dan juga karena tersangka dipengaruhi kebutuhan ekonomi, muncul niat dari tersangka untuk memiliki motor milik korban,” imbuh Wira.
Saat ada kesempatan, Nana tanpa ampun menghajar Al-Bashar. Dia menyikut korban, membenturkan kepala korban berkali-kali ke atas lantai, menghantam korban dengan shockbreaker, memukul kepala korban menggunakan piring, dan kembali menghantamkan shockbreaker ke tubuh korban hingga akhirnya kehilangan nyawa. (jp)
Editor : Miftahul Khair