PONTIANAK POST - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Maman Abdurrahman resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) Trisakti dalam Rapat Umum Anggota Tahun 2025 yang digelar di Jakarta, Sabtu (26/4). Ia menegaskan tekadnya untuk menjadikan empat mahasiswa Trisakti yang gugur dalam Tragedi 12 Mei 1998 sebagai pahlawan reformasi.
Dalam pidatonya, Maman menyebut semangat perjuangan para korban harus menjadi spirit abadi bagi seluruh alumni untuk terus berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
"Kalau teman-teman tanya ke gue, visi gue apa? Visi gue cuma satu: Back to Barak," kata Maman dalam sambutannya, Sabtu (26/4).
Ia menjelaskan, Back to Barak bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk kembali mengingat masa-masa perjuangan semasa mahasiswa.
Menurutnya, kampus adalah kawah candradimuka yang membentuk idealisme dan moralitas, dan kini saatnya para alumni bersatu kembali membesarkan almamater.
Maman, yang pernah menjadi Presiden Mahasiswa Trisakti dan mengalami masa-masa sulit hingga sempat mendapat sanksi, mengingatkan pentingnya proses perjalanan hidup.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan bukan diukur dari jabatan, melainkan dari kontribusi nyata dan keberanian mewujudkan mimpi.
"Menjadi menteri bukanlah tujuan. Tujuan kita adalah menghasilkan legacy positif untuk bangsa," tegas Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Barat ini.
Dalam kesempatan itu, Maman juga menyampaikan harapannya agar seluruh alumni Trisakti, baik yang ada di dalam maupun di luar negeri, tetap ingat akan semangat perjuangan yang diwariskan oleh empat mahasiswa yang gugur.
Ia ingin membangun spirit kebersamaan alumni untuk terus memberikan inspirasi kepada generasi muda.
"Saya ingin jadikan keempat pahlawan reformasi kita sebagai spirit perjuangan abadi. Kita harus teruskan semangat itu," kata Maman.
Ia juga menyinggung bahwa amanah yang diembannya sebagai Menteri UMKM di kabinet Presiden Prabowo Subianto adalah bukti bahwa alumni Trisakti mampu berkontribusi nyata untuk Indonesia.
Di akhir sambutannya, Maman menyerukan kepada seluruh alumni untuk kembali menguatkan idealisme, menjaga persatuan, dan bersama-sama mengukir sejarah baru bagi bangsa.
"Back to Barak adalah panji moral kita semua. Kita bangun almamater kita, kita besarkan Trisakti, dan kita buktikan bahwa Trisakti mampu mencetak pemimpin bangsa," pungkasnya.(jp)
Editor : Hanif