Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kisah Perjuangan Sri Dewi Sudarwati Berangkat Haji: Konsisten Menabung Rp 20 Ribu Setiap Hari Selama 16 Tahun

Hanif PP • Minggu, 4 Mei 2025 | 09:56 WIB
IMPIAN TERCAPAI: Sri Dewi Sudarwati saat akan berangkat ke Tanah Suci.
IMPIAN TERCAPAI: Sri Dewi Sudarwati saat akan berangkat ke Tanah Suci.

Perjuangan Sri Dewi Sudarwati menuju Tanah Suci adalah kisah tentang ketekunan, kesabaran, dan harapan yang tidak pernah padam. Perempuan berusia 66 tahun asal Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri itu akhirnya berangkat haji setelah menabung sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun—dengan cara yang sangat sederhana.


 

PONTIANAK POST -  Tiap hari, sejak 2009, Sri menyisihkan uang Rp20.000 dari hasil berjualan di warung kelontong miliknya. Bukan ditabung di bank, melainkan disimpan dalam sebuah kotak kayu di rumahnya.

“Saya orang desa, nggak biasa ke bank. Jadi saya simpan sendiri di kotak,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo, Sabtu (3/5).

Nenek tujuh cucu ini baru bisa mendaftar haji pada tahun 2012, setelah tabungannya terkumpul hingga Rp25 juta. Semangatnya berangkat haji tumbuh seiring membaiknya kondisi ekonomi keluarga. “Dulu belum sempat karena ekonomi masih susah, anak-anak masih kecil, suami juga kerja serabutan,” kenangnya.

Sri bercerita bahwa sang suami dulu bekerja sebagai tukang tambal ban dan penjual bensin eceran. Mereka memulai kehidupan rumah tangga dari rumah kontrakan. Namun dari usaha kecil-kecilan itulah Sri mulai membuka warung di rumah sendiri pada 1995.

“Alhamdulillah dari warung itu, saya bisa menabung sedikit demi sedikit. Sekarang jualannya juga lebih lengkap dibanding dulu,” katanya dengan mata berbinar.

Meski sang suami telah meninggal dunia, Sri tetap bersyukur karena almarhum sempat lebih dulu menunaikan ibadah haji. “Waktu daftar dulu uangnya cuma cukup untuk satu orang. Jadi kami sepakat gantian. Alhamdulillah sekarang giliran saya,” ujarnya pelan.

Sri tergabung dalam kloter 5 Embarkasi Surabaya dan dijadwalkan terbang ke Madinah pada pukul 14.20 WIB. Ia berangkat sendirian, tanpa didampingi anak atau keluarga, namun tetap penuh semangat.

“Saya akan berdoa di tanah suci, semoga anak-anak dan cucu saya kelak juga bisa menyusul ke sana. Minimal bisa umrah dulu,” ucapnya.

Perjalanan Sri menjadi bukti bahwa keinginan yang kuat dan ketekunan dalam berusaha bisa membuka jalan ke Baitullah, tak peduli dari mana seseorang memulai.

 

Jumlah Pelunasan Lampaui Kuota

Sementara itu, pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) reguler telah ditutup pada Jumat (2/5) petang. Catatan Kementerian Agama (Kemenag) jumlah jemaah haji reguler yang melunasi biaya haji mencapai 213.860 orang. Jumlah ini di atas kuota reguler yang ditetapkan 203.320 orang.

Jumlah jemaah yang melunasi lebih besar, karena termasuk kuota cadangan. Mereka nanti akan mengisi kuota yang kosong alias tidak melunasi atau pembatalan. Penetapan kuota cadangan sebagai mitigasi, supaya serapan kuota haji bisa maksimal.

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhammad Zain mengatakan, yang melunasi terdiri atas 183.197 jemaah berhak lunas baik pada tahap I maupun tahap II. Kemudian ada 28.459 jemaah lunas dengan status cadangan. Lalu ada 1.520 Petugas Haji Daerah (PHD) dan 684 pembimbing ibadah pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

"Dari 203.320 kuota reguler, ada 183.197 jamaah reguler berhak melunasi sesuai urut porsi yang melakulan pelunasan. Sisanya akan diisi oleh jamaahlunas cadangan sesuai sebaran provinsinya masing-masing," terangnya, kemarin (3/5).

Tahun ini Indonesia mendapat 221 ribu kuota haji. Terdiri atas 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus. Untuk kuota haji reguler, terbagi atas 190.897 jamaah haji reguler yang berhak lunas sesuai urutan porsi. Lalu 10.166 jamaah haji reguler prioritas lanjut usia, 685 pembimbing ibadah pada KBIHU dan 1.572 orang PHD.

 

Kebut Penerbitan Visa Haji

Zain lantas menjelaskan perkembangan penerbitan visa haji reguler. Sampai dengan 2 Mei malam, ada 180 ribu visa haji reguler yang sudah terbit. "Alhamdulillah, saya cek pagi ini (3/5) visa yang sudah terbit sudah mencapai 187.773 jamaah. Kita masih terus kebut untuk proses pemvisaan ini sehingga diharapkan bisa segera selesai,” katanya.

Permintaan penerbitan visa yang diajukan Kemenag sebenarnya sudah mencapai 192.551 nama. Kemenag masih menunggu approval dari otoritas Arab Saudi sembari memproses pengajuan sisanya. "Kita harap penerbitan visa berjalan lancar dan bisa selesai sesuai target," katanya.

Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag telah menerbitkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1446 H. Jamaah haji Indonesia yang berangkat pada gelombang pertama, secara bertahap diberangkatkan ke Madinah dari 2 sampai 16 Mei 2025. Untuk pemberangkatan jamaah haji gelombang kedua akan diberangkatkan ke Jeddah dari 17 sampai 31 Mei 2025.(jp)

Editor : Hanif
#bipih #Hasil perjuangan #asrama haji sukolilo #berangkat haji #kloter 5 #tanah suci