Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

CJH Gelombang I Mulai Bergeser ke Makkah, KKHI Ingatkan Suhu Ekstrem

Miftahul Khair • Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:01 WIB
Petugas memberikan bunga kepada calon jemaah. Sebanyak 393 calon jemaah haji embarkasi Bekasi dan Jakarta Pondok Gede menjadi kloter pertama yang terbang menuju tanah suci.
Petugas memberikan bunga kepada calon jemaah. Sebanyak 393 calon jemaah haji embarkasi Bekasi dan Jakarta Pondok Gede menjadi kloter pertama yang terbang menuju tanah suci.

PONTIANAK POST – Gelombang kedatangan calon jemaah haji (CJH) Indonesia gelombang pertama menuju Madinah masih berlangsung hingga kemarin (9/5). Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga petang, sebanyak 55.599 calon jemaah telah tiba di Madinah.

Di tengah kedatangan para jemaah yang masih terus mengalir, mulai hari ini (10/5), para CJH mulai bergeser dari Madinah menuju Makkah. Mereka adalah jemaah yang telah berada di Kota Nabi selama sembilan hari.

Sesuai jadwal, pada hari pertama, sebanyak 2.864 calon jemaah dari tujuh kloter diberangkatkan. Sebelum bergerak ke Makkah, mereka terlebih dahulu menuju Bir Ali untuk mengambil miqat (tempat dimulainya ibadah haji dan umrah).

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan skenario pemberangkatan para CJH dari Bir Ali menuju Makkah. Proses miqat bagi masing-masing rombongan jemaah dibatasi maksimal 15 menit. ”Karena itu, proses miqat kami usahakan seefisien mungkin,” ujar Kepala Seksi Khusus (Kaseksus) Bir Ali PPIH Daker Madinah, Muhammad, kemarin.

PPIH juga menerapkan aturan khusus bagi para CJH lansia dan disabilitas. Petugas memberikan imbauan agar mereka melaksanakan seluruh rangkaian miqat dari dalam bus dan tidak perlu turun ke Masjid Bir Ali.

Sesuai jadwal, pendorongan calon jemaah haji dari Madinah ke Makkah akan berlangsung setiap hari hingga 25 Mei. Setelah itu, pemberangkatan CJH masuk gelombang kedua. Di gelombang kedua ini, calon jemaah dari tanah air tidak turun di Madinah, tapi langsung ke Makkah.

Waspada Suhu Ekstrem

Di tengah-tengah gelombang kedatangan para jemaah, suhu di Tanah Suci terus menunjukkan tren kenaikan. Di Madinah, suhu puncak sudah mencapai 41 derajat Celsius dan diprediksi masih akan naik hingga 44 derajat Celsius pada pekan depan. Sementara itu, di Makkah, tren kenaikan suhu juga terjadi. Suhu puncak diperkirakan akan mencapai 41 derajat Celsius.

”Suhu ini sangat berat bagi jemaah lansia, apalagi yang memiliki komorbid,” ujar Kabid Kesehatan Klinik Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr. M. Imron. Imron mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri mengejar ibadah sunnah seperti arbain di Masjid Nabawi, terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung.

KKHI Madinah sendiri telah memperkuat pelayanan medis dengan sistem deteksi dini dan kunjungan lapangan oleh dokter spesialis. ”Kami turunkan dokter spesialis penyakit dalam, jantung, dan paru ke hotel-hotel untuk deteksi dini kasus berisiko tinggi,” ujarnya.

Selain memperkuat pemantauan, KKHI juga telah menyiapkan ruang UGD, observasi, rawat inap, serta fasilitas khusus untuk pasien dengan gejala demensia ringan. (dim/ris)

Editor : Miftahul Khair
#madinah #Makkah #cjh #haji