PONTIANAK POST – Calon jemaah haji (CJH) Indonesia terus berdatangan ke Makkah. Hingga Selasa (13/5) pukul 13.00 Waktu Arab Saudi (WAS), sebanyak 24.465 jemaah dari 63 kloter sudah tiba. Kebutuhan konsumsi pun ikut melonjak.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan 55 dapur katering di Makkah. Tiap dapur mampu memproduksi 3.500 hingga 5.000 porsi makanan setiap hari. Salah satunya adalah Dapur Ragheeb di kawasan Shauqiah yang kemarin dikunjungi tim Media Center Haji (MCH).
”Setiap 11 dapur kita tempatkan satu konsultan tenaga ahli konsumsi. Jadi, total ada lima orang untuk wilayah Makkah dan dua di Madinah,” jelas Agung Ilham, konsultan tenaga ahli konsumsi PPIH Arab Saudi.
Dapur Ragheeb menangani kebutuhan makan sekitar 3.500 jemaah dari berbagai kloter. Proses produksi makanan dilakukan dengan tahapan ketat dan sistematis. Untuk makan malam, misalnya, proses memasak dimulai sejak pukul 12.00 WAS. Setelah matang dan dikemas dalam wadah aluminium, makanan dimasukkan ke hotbox atau kontainer khusus yang menjaga suhu tetap stabil di atas 60 derajat Celsius. ”Distribusi dari dapur ke hotel dilakukan setelah dikemas dalam hotbox. Biasanya mulai pukul 16.00. Pukul 18.00 makanan sudah sampai di hotel,” kata Agung.
Meski begitu, jemaah diminta memperhatikan masa konsumsi. ”Batas konsumsi makan malam adalah pukul 21.00. Setelah itu harus dibuang jika belum dimakan. Ini menyangkut standar keamanan pangan,” tegasnya. (*/oni)
Editor : Hanif