PONTIANAK POST - Kementerian Pertanian (Kementan) mengakselerasi percepatan tanam di berbagai daerah strategis, salah satunya di Jawa Tengah dan Banten, untuk meningkatkan produksi, dan memastikan ketahanan pangan nasional sehingga mewujudkan swasembada pangan.
"Melalui koordinasi terpadu antara pusat dan daerah, kegiatan olah tanah dan tanam padi dilakukan serempak di sejumlah wilayah potensial, termasuk di Provinsi Jawa Tengah dan Banten," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Andi Nur Alam Syah dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Andi turun langsung mengawal percepatan tanam di Desa Dempelrejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Di lokasi itu, terdapat lahan seluas 85 hektare yang sebelumnya tertunda pengolahannya akibat keterbatasan alat mesin pertanian (alsintan) dan air. “Lahan ini sudah lebih dari dua bulan belum bisa diolah karena terbatasnya alat dan akses air. Tapi berkat pengerahan traktor roda empat dari brigade alsintan dan bantuan irigasi perpompaan dari Kementan, kita mulai percepat tanam hari ini,” ujar Andi.
Sebanyak sembilan unit traktor roda empat dikerahkan untuk mempercepat olah lahan, terdiri dari delapan unit dari Brigade Alsintan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah dan satu unit dari Dinas Pertanian Kabupaten Kendal. Menurut Andi, percepatan itu merupakan bagian dari strategi peningkatan luas tambah tanam (LTT) nasional yang harus dimaksimalkan pada bulan Mei ini.
"Ini sebagai bentuk implementasi arahan Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," tuturnya. Lebih lanjut, dia mengatakan Tim Satgas PSP Kementan juga telah diturunkan ke berbagai daerah untuk memetakan lahan-lahan serupa yang bisa segera diintervensi. “Kita terus bergerak, mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Mulai dari pompa air yang sudah kita distribusikan hingga alsintan yang kita optimalkan, baik dari stok eksisting maupun pengadaan baru tahun ini,” tegasnya.
Provinsi Jawa Tengah menunjukkan capaian luar biasa dalam realisasi tanam. Provinsi itu pada Mei 2025 awalnya luas tanam ditargetkan 180 ribu hektare, namun diyakini bisa naik signifikan hingga 282 ribu hektare. "Ini hasil sinergi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani,” ujar Andi.
Diketahui upaya percepatan tanam juga berlangsung di Provinsi Banten. Kegiatan tanam digelar di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, sebagai bentuk konkret dukungan daerah terhadap program nasional. Kementan menargetkan Banten mampu menaikkan target LTT dari 62.000 hektare menjadi 71.670 hektare atau meningkat 15 persen.
Peningkatan target ini juga dibarengi dengan intervensi alsintan secara masif, mulai dari tahap pra tanam, tanam, hingga pasca panen. “Kami yakin, dengan dukungan alsintan dari pemerintah pusat, seluruh kabupaten/kota di Banten dapat mengoptimalkan proses tanam musim ini. Ini langkah penting menjaga produksi pangan di Banten,” ujar Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid.(ant)
Editor : Hanif