Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

131 Ribu CJH Sudah Kantongi Kartu Nusuk, Tinggal 11 Jemaah yang Tunggu Visa

Miftahul Khair • Sabtu, 24 Mei 2025 | 14:07 WIB
Petugas Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) membantu calon haji disabilitas menuju bus Shalawat di terminal Shib Amir Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (21/5/2025).
Petugas Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) membantu calon haji disabilitas menuju bus Shalawat di terminal Shib Amir Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (21/5/2025).

PONTIANAK POST – Menjelang puncak ibadah haji 2025 yang diperkirakan jatuh pada 5 atau 6 Juni, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tengah berusaha menyelesaikan sejumlah kebutuhan krusial para calon jemaah haji (CJH).

Selain percepatan distribusi kartu nusuk dan visa, PPIH memperkuat pemantauan kesehatan CJH di tengah ancaman cuaca panas ekstrem yang diprediksi terjadi kembali pada fase puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).

Hingga H-12 puncak haji kemarin (23/5), sekitar 131.200 CJH Indonesia telah mendapatkan kartu nusuk yang menjadi identitas digital resmi selama berada di tanah suci. Kartu ini sangat krusial karena digunakan untuk mengakses berbagai layanan dan lokasi penting seperti Masjidil Haram dan Armuzna.

Tahun ini, proses distribusi dilakukan melalui delapan syarikah mitra PPIH. Sekitar 86 persen CJH yang telah tiba di Tanah Suci sudah menerima kartu itu. Untuk mempercepat cakupan distribusi, PPIH membentuk operation room khusus.

Selain itu, PPIH juga menunjuk PIC di setiap sektor dan daerah kerja, serta menerapkan pelaporan digital berbasis kloter. ”Setiap hari, ketua kloter meng-update nama-nama jemaah yang belum mendapatkan Nusuk untuk kami koordinasikan dengan syarikah,” jelas Konsul Haji pada KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam, Kamis (22/5) malam waktu Arab Saudi atau Jumat dini hari WIB.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) RI memastikan bahwa seluruh visa jemaah haji reguler hampir rampung. ”Per hari ini (kemarin), sebanyak 203.309 visa jemaah haji reguler sudah terbit,” kata Direktur Layanan Haji Dalam Negeri, Muhammad Zain.

Jika total CJH Indonesia adalah 203.320 orang, maka visa yang belum terbit tinggal untuk 11 CJH. Sementara itu, penerbangan gelombang dua dari Indonesia ke Jeddah masih berlangsung hingga akhir Mei. ”Masih cukup waktu menyelesaikan,” katanya.

Baca Juga: Sekretaris BIN Jabat Dirjen Bea Cukai, Dipilih Presiden untuk Atasi Penyelundupan

Layanan Kesehatan

Di sisi lain, pemantauan kondisi kesehatan jemaah juga menjadi perhatian utama menjelang fase puncak haji di Armuzna.

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah, dr. Novitasari Nurlaila, mencatat bahwa setiap hari terdapat 100–150 pasien jemaah yang datang ke klinik. ”Penyakit terbanyak adalah ISPA, hipertensi, dan diabetes. Penyebabnya karena cuaca panas, kelelahan, dan aktivitas padat,” ujarnya.

Selain aktif mengimbau para CJH agar menjaga kondisi, tim KKHI juga rutin melakukan visitasi ke hotel-hotel jemaah, memantau langsung kondisi yang membutuhkan perhatian, serta melakukan rujukan jika ditemukan kasus darurat.

PPIH berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan sehat. PPIH juga terus mengimbau agar jemaah tidak ragu melapor kepada petugas jika menemui kendala di lapangan. (dim/ris)

Editor : Miftahul Khair
#visa #indonesia #Calon Jemaah Haji #kartu Nusuk