PONTIANAK POST - Dalam upaya memastikan penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tahun Anggaran 2025 berjalan efektif dan tepat sasaran, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Maman Abdurrahman, menggelar rapat koordinasi evaluasi KUR se-Kalimantan di Banjarmasin, Rabu (18/6).
Rapat ini turut dihadiri oleh perwakilan dari lima provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Selain itu, sebanyak 14 bank penyalur KUR yang bertugas di wilayah Kalimantan juga hadir untuk memberikan laporan terkini terkait realisasi penyaluran dana tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Maman menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan plafon KUR sebesar Rp300 triliun pada tahun ini. Plafon besar tersebut ditugaskan kepada 40 bank penyalur secara nasional, termasuk 14 bank di wilayah Kalimantan.
"Total plafon KUR 2025 mencapai Rp300 triliun. Ini adalah angka yang sangat besar. Kami perlu meninjau langsung proses penyalurannya di daerah-daerah agar bisa lebih optimal,” ujar Maman.
Menurutnya, rapat koordinasi tingkat regional seperti yang digelar kali ini merupakan hal baru yang pertama kali dilakukan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini dinilai penting untuk mengetahui secara detail tantangan dan hambatan yang ada di lapangan.
"Tujuan utamanya adalah agar kami bisa memahami kendala di daerah dan segera mencari solusinya. Dengan begitu, penyaluran KUR bisa lebih cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
KUR Harus Sentuh Pelaku UMKM
Lebih lanjut, Maman menekankan bahwa penyaluran KUR tidak hanya sekedar memenuhi target kuantitas semata. Namun, yang lebih penting adalah kualitas pelaku usaha yang menerima bantuan tersebut harus benar-benar sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan mereka.
"Ukuran keberhasilan KUR bukan hanya seberapa banyak dana tersalurkan, tetapi apakah dana itu sampai kepada orang yang tepat, membantu pengembangan usaha mereka, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan,” tegas Menteri Maman.
Untuk mendukung hal tersebut, ia juga melibatkan lembaga lintas sektor dalam proses pendistribusian KUR. Tujuannya adalah memastikan program ini tidak hanya tepat waktu dan tepat jumlahnya, tetapi juga tepat kualitasnya.
Melalui koordinasi yang lebih intensif di tingkat regional seperti di Kalimantan, Menteri Maman berharap seluruh wilayah di Indonesia dapat mencapai target penyaluran KUR secara merata dan berkualitas.
"Ini langkah awal dari komitmen kuat pemerintah untuk mengangkat derajat para pelaku UMKM. KUR harus menjadi jalan keluar bagi rakyat kecil yang ingin maju dan berkembang usahanya,” tutupnya. (den)
Editor : Miftahul Khair