Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Teror Bom Kembali Hantui Pesawat Haji, Saudia Airlines Mendarat Darurat di Kualanamu

Miftahul Khair • Minggu, 22 Juni 2025 | 13:34 WIB
Petugas menggunakan kendaraan membawa koper jamaah haji dari pesawat Saudia Airlines SV-5688 usai mendarat darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, Sabtu (21/6).
Petugas menggunakan kendaraan membawa koper jamaah haji dari pesawat Saudia Airlines SV-5688 usai mendarat darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, Sabtu (21/6).

PONTIANAK POST - Ancaman bom terhadap pesawat yang mengangkut jemaah haji kembali terjadi, Sabtu (21/6). Kali ini menimpa pesawat Saudia Airlines SVA 5688 yang mengangkut  376 jemaah haji Kelompok Terbang (kloter) 33 Debarkasi Surabaya dan 13 kru. Pesawat terpaksa mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

Kabidhumas Polda Sumut, Kombespol Ferry Walintukan menuturkan bahwa pesawat rute Jeddah-Surabaya ini mendarat darurat pukul 09.27. "Mendarat darurat saat menuju ke Surabaya," ujarnya.

Setelah mendarat dengan selamat, penumpang dan kru langsung dievakuasi. Dia mengatakan, pesawat juga langsung diperiksa untuk memastikan tidak ada bom.  "Diperiksa pesawatnya dulu, baru kemudian bagasinya," paparnya.

Teror bom sebelumnya juga menimpa Saudia Airlines SV 5276 rute Jeddah-Jakarta, Selasa (17/6) pukul 07.30 WIB. Ancaman bom datang melalui email/surat elektronik yang menyatakan akan meledakkan pesawat rute Jeddah-Jakarta (Bandar Udara Soekarno-Hatta) yang membawa 442 jemaah haji Kloter 12 Debarkasi Jakarta-Bekasi.

Akhirnya, pilot pesawat memutuskan mengalihkan penerbangan dengan melakukan pendaratan darurat ke Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pukul 10.44 WIB.

Sedangkan kali ini, ancaman bom datang melalui telepon dari orang tak dikenal yang diterima Petugas Air Traffic Control (ATC) di Jakarta dan Area Control Center (ACC) dari Kuala Lumpur ACC. Rute pesawat yang jadi sasaran juga berbeda, yaitu rute Jeddah-Muscat (Oman)-Surabaya.

Setelah mendapat ancaman bom, pilot memutuskan untuk mengalihkan rute penerbangan (divert) ke Bandar Udara Kualanamu di Medan. Keputusan ini diambil setelah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih awal.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II-Medan, Asri Santosa dalam laporannya menjelaskan bahwa emergency treatment dilakukan setelah pesawat Saudia Airlines mendarat darurat di Bandar Udara Kualanamu.

“Dilakukan emergency treatment berupa pemeriksaan terhadap seluruh penumpang dan kru pesawat. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan kabin pesawat dan cargo compartement (barang penumpang di bagasi),” ujarnya.

Asri menambahkan, pada pukul 12.55 WIB pemeriksaan terhadap kru dan penumpang telah selesai dilakukan dan dilanjutkan pemeriksaan pesawat secara gabungan oleh Tim Gegana Polri, Tim Penjinak Bom dari Polda, TNI AD, TNI AU dan Petugas Keamanan bandar udara (Aviation Security) serta Petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) bandar udara.

"Operasional penerbangan dari dan ke Kualanamu tidak terganggu. Bandar Udara Kualanamu tetap beroperasi dan penanganan dilakukan di area isolasi sehingga tidak menimbulkan kendala dalam pergerakan tinggal landas dan mendarat pesawat terbang lainnya," ujarnya.

 Plt Director of Operation and Service PT Angkasa Pura Aviasi, Nugroho mengatakan seluruh proses penanganan pesawat dan penumpang telah dilaksanakan dengan baik sesuai prosedur yang berlaku.

"Saat ini semua penumpang maupun kru pesawat sudah dilakukan pemeriksaan di terminal, dan dinyatakan sudah clear," jelas Nugroho.

Ia juga mengatakan bahwa Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang tetap melayani seluruh penerbangan berdasarkan jadwal yang berlaku.

Kru dan penumpang rencana akan diterbangkan ke Surabaya hari Minggu (22/6), pukul 03.30 WIB dengan pesawat yang sama.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa menyampaikan, menindaklanjuti kasus ini, pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait.

"Kemenhub terus berkoordinasi dengan semua pihak yang terlibat baik operator penerbangan, Komite Keamanan Bandar Udara Kualanamu, Pemerintah Daerah setempat dan pihak terkait lainnya hingga kondisi menjadi aman terkendali," katanya.

Lukman menyampaikan kedua penerbangan telah ditangani sesuai dengan protokol kontinjensi yang berlaku. Setelah melalui penilaian menyeluruh, ancaman yang diterima dinyatakan tidak berdasar dan diklasifikasikan sebagai hoaks oleh otoritas terkait.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi insiden yang serupa, Kemenhub telah melakukan koordinasi formal dengan Otoritas Penerbangan Sipil Saudi (GACA) untuk bersama-sama meningkatkan langkah-langkah pengamanan penerbangan dari ancaman bom. (jp/ant)

Editor : Miftahul Khair
#kualanamu #saudi airlines #teror bom #mendarat darurat #pesawat haji