Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Tragedi Juliana Marins di Rinjani dan Sorotan Internasional, Ini Fakta-faktanya

Miftahul Khair • Rabu, 25 Juni 2025 | 13:36 WIB
Sosok Juliana Marins WNA asal Brasil yang jatuh di Jurang Gunung Rinjani. Kondisi Juliana saat terpantau drone thermal.
Sosok Juliana Marins WNA asal Brasil yang jatuh di Jurang Gunung Rinjani. Kondisi Juliana saat terpantau drone thermal.

PONTIANAK POST  - Tragedi yang menimpa pendaki asal Brasil, Juliana Marins, di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, memicu perhatian luas dunia.

Reaksi keras terutama datang dari publik Brasil, yang menyoroti lambatnya respons evakuasi meski korban telah ditemukan sejak tiga hari sebelumnya.

Juliana mengikuti paket pendakian melalui jalur Sembalun, jalur populer yang dikenal dengan keindahannya namun juga menantang.

Saat menuju Danau Segara Anak, Juliana dilaporkan tertinggal dari rombongan karena kelelahan, dan tidak ada tindakan lanjutan dari pihak pemandu untuk mengecek posisinya. Dalam situasi terpisah itu, ia diduga tergelincir dan jatuh ke dalam jurang.

Kesaksian menyebut Juliana tidak memiliki pengalaman pendakian, dan sangat bergantung pada pendampingan pemandu.

Namun ketika melewati jalur terjal, tak terlihat ada perlakuan khusus dari tim pendamping.

Diduga kuat, saat berusaha melewati medan ekstrem sendirian, ia kehilangan pijakan dan terjatuh ke jurang dengan kedalaman puluhan meter.

Keluarga Kritik Evakuasi yang Dinilai Lamban

Meskipun lokasi korban berhasil diidentifikasi melalui drone thermal pada hari ketiga, proses evakuasi belum bisa dilakukan saat itu karena medan berat dan cuaca buruk.

Pihak SAR menyebutkan bahwa jurang yang tertutup vegetasi dan kabut tebal menyulitkan tim menjangkau titik jatuh korban.

Sementara itu, adik korban menyampaikan kekecewaan di media sosial dan menyebut tidak ada upaya konkret selama tiga hari jenazah berada di jurang.

“3 hari telah berlalu dan tubuh kakakku masih berada di dasar jurang. Tidak ada yang melakukan evakuasi nyata,” tulisnya.

Unggahan tersebut viral dan memantik kemarahan netizen Brasil.

Kritik Netizen Dunia Banjiri Media Sosial Pejabat RI

Gelombang protes dari netizen Brasil membanjiri akun Instagram Presiden Prabowo Subianto hingga akun resmi Kementerian Pariwisata RI.

Beberapa komentar yang viral antara lain:

Save the Brazilian girl! ” – @augustinho.m

Help Juliana with a helicopter” – @alexiamed

SOS Juliana Marins” – @_araluanna

Prabowo, queremos resposta sobre o caso de Juliana” – @katianeesouzaa

Publik Brasil menuntut pemerintah Indonesia bertindak cepat dan memberikan tanggung jawab atas penanganan insiden ini.

Pemerintah Indonesia Evaluasi Sistem Wisata Petualangan

Pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menyampaikan bahwa koordinasi lintas lembaga telah dilakukan untuk penanganan insiden ini.

Sementara Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk mengevaluasi sistem keamanan wisata alam, khususnya di kawasan konservasi seperti Rinjani.

Kedutaan Besar Brasil di Jakarta juga turut memantau proses pemulangan jenazah setelah evakuasi selesai.

 

 

Netizen Indonesia Ungkap Rinjani Bukan Medan Biasa

Tak tinggal diam, warganet Indonesia turut memberi perspektif atas kondisi lapangan.

Tebing curam 500 meter dengan kabut tebal dan badai bukan mainan,” tulis akun @faiueo__.

Akun @MurtadhaOne1 menambahkan “Juliana ditemukan tewas setelah 3 hari tanpa air di medan vertikal. Ini bukan soal kemauan, tapi kondisi!

Warganet juga mengingatkan bahwa drone pencari tidak sama dengan drone logistik, karena peralatan dan teknologinya berbeda.

Langkah Tindak Lanjut Pemerintah

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah mengoordinasikan langkah dengan Basarnas, Kapolda NTB, dan Gubernur NTB.

Permintaan bantuan helikopter dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) juga telah diajukan.

Namun, cuaca ekstrem tetap menjadi kendala utama dalam percepatan evakuasi. (mif)

Editor : Miftahul Khair
#meningal dunia #internasional #evakuasi #jurang #jatuh #sorotan #brasil #Juliana Marins #rinjani