Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kemenag Gelar Nikah Massal, Sediakan Kamar Hotel untuk Pasangan Usai Akad

Hanif PP • Minggu, 29 Juni 2025 | 07:41 WIB
SAKSI NIKAH: Menag Nasaruddin Umar menyaksikan pelaksanaan program nikah massal di Masjid Istiqlal, Jakarta, kemarin.
SAKSI NIKAH: Menag Nasaruddin Umar menyaksikan pelaksanaan program nikah massal di Masjid Istiqlal, Jakarta, kemarin.

PONTIANAK POST - Pelaksanaan nikah massal dimaksudkan untuk membantu meringankan biaya bagi masyarakat yang ingin menggelar acara pernikahan. Pasalnya, acara pernikahan biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga cukup membebani calon pengantin.

NIKAH massal ini, semua pasangan pengantin tidak mengeluarkan biaya. Semua ditanggung oleh pemerintah,” kata Nasaruddin di sela-sela pelaksanaan nikah massal di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (28/6).

Biaya itu, masih ujar Nasaruddin, mulai dari perlengkapan pakaian, rias pengantin, hingga perlengkapan mas kawin. “Kita juga siapkan hotel bagi pasangan usai ijab kabul,” ucapnya.

Selain itu, tambah Nasaruddin, pasangan nikah massal juga akan mendapatkan bantuan sejumlah uang untuk usaha. “Uang untuk usaha besarannya Rp2,5 juta. Diharapkan ini bisa membantu pasangan pengantin merintis usaha, seperti berjualan sayur mayur atau lainnya,” jelasnya.

Lebih jauh, Nasaruddin mengungkapkan, program nikah massal bisa mengurangi pasangan kumpul kebo. Sebab, menurutnya, angka pernikahan belakangan ini turun.

“Khususnya generasi milenial, mereka ada kecenderungan suka pacaran dan kumpul kebo,” ungkapnya.

“Ini negara Pancasila, budaya di luar negeri jangan ditiru,” sambungnya.

Ia menambahkan, program nikah massal diperuntukkan untuk umum. Pasangan pengantin dari berbagai latar belakang, mulai dari dokter hingga keluarga tidak mampu.

“Bahkan ada pasangan yang sudah menjalani kehidupan rumah tangga dengan nikah di bawah tangan,” bebernya.

“Dengan program nikah massal ini kami berharap memudahkan pasangan calon pengantin dalam perkawinan,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, ada 100 pasangan yang mengikuti acara nikah massal. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Program Peaceful Muharram. Menag Nasaruddin Umar hadir langsung sebagai saksi pernikahan dan memberikan nasihat kepada para pasangan.

Menag mengingatkan bahwa menikah adalah bagian dari ajaran Rasul dan juga sunatullah. “Segala sesuatu diciptakan berpasangan. Maka siapa yang sudah siap, segerakanlah menikah. Dan bagi yang belum memiliki pasangan, peran makcomblang sangat penting. Itu pekerjaan yang mulia, bahkan pahalanya bisa setara dengan membangun masjid,” ujarnya.

“Pernikahan adalah mitsaqan ghalidzan, perjanjian yang suci dan penuh berkah. Yang hadir dalam akad ini bukan hanya manusia, tetapi juga malaikat dan jin, sebagaimana dalam kisah pernikahan Nabi Adam dan Hawa,” ujar Menag dalam sambutannya.

Mengutip Syekh Mutawali al-Arabi, Menag menggambarkan bahwa konflik dalam rumah tangga bersifat dinamis. Karena itu, diperlukan sikap saling mengerti dan memahami. “Contohnya kalau konflik antar tetangga bisa berlangsung lama, tapi konflik dalam rumah tangga biasanya cepat reda. Pagi bisa ada salah paham, malam sudah jadi pengantin baru lagi. Seperti karet, hubungan suami-istri itu lentur dan saling memaafkan,” ucap Menag.

Ia juga menekankan pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi. Menurutnya, pernikahan yang sah harus dicatat negara agar anak-anak yang lahir dapat memperoleh hak-hak administratif, mulai dari kartu keluarga, akta kelahiran, hingga paspor.

“Pencatatan ini penting. Hari ini, negara langsung hadir memfasilitasi pencatatan nikah. Ini juga bagian dari upaya kita memenuhi rukun Islam kelima,” tegasnya.

Menag menyampaikan rencana Kemenag untuk terus melanjutkan program serupa. “Dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan nikah massal untuk minimal 1.000 pasangan di seluruh Indonesia. Bersyukurlah, karena pernikahan Bapak/Ibu disponsori dan penuh keberkahan,” tandasnya.

“Jangan malu mengikuti nikah massal. Yang penting sah secara agama dan negara, dan insyaAllah penuh berkah. Setelah akad, tanggung jawab kita tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Jadikan diri kita bidadari bagi pasangan masing-masing,” tutup Menag.(*)

Editor : Hanif
#kamar hotel #ijab kabul #kemenag #nikah massal #pasangan #Warga Kurang Mampu