Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sinergisitas antara Sekolah untuk Menjawab Tantangan

Miftahul Khair • Sabtu, 5 Juli 2025 | 13:46 WIB
Ilustrasi belajar.
Ilustrasi belajar.

Oleh: Ferdianus Jelahu, S.Pd*

Mimpi besar bangsa Indonesia tahun 2045 adalah mewujudkan generasi emas. Untuk mencapai langkah ini ada berbagai sektor yang perlu diperkuat dan meningkat. Masing-masing sektor harus memiliki langkah-langkah strategis dan upaya terus-menerus agar tujuan yang diharapkan dapat dicapai. Pertanyaan mendasarnya adalah bagaimana langkah-langkah konkrit hingga generasi emas dapat terwujud? Bukan hal yang muda mencapai mimpi besar itu tanpa ada kerja keras mengingat situasi global terus dicekam berbagai konflik yang dapat memberikan tantangan baru bagi perkembangan pendidikan saat ini. Apakah pendidikan mampu menjawab tantangan masa depan mewujudkan generasi emas di tahun 2045? Pentinglah jalan bersama untuk menjawab tantangan yang dihadapi masa kini.

Sinergisitas Bukan Bersaing

Keragu-raguan saling belajar masih terlintas satuan pendidikan. Kadangkala takut salah melangkah, takut mendapat teguran dari pihak berwenang dan lain sebagainya. Apalagi kalau belajar ke tempat lain yang dianggap jauh. Ini merupakan hal yang wajar karena banyak asumsi yang muncul dan berpikir tentang dampak-dampak lainnya, misalkan tentang keselamatan peserta. Bagaimana upaya ini agar dapat diatasi dengan baik? Yang paling penting adalah kerjasama. Kerjasama antara sekolah, orang tua dan siswa-siswi merupakan inti dari seluruh kegiatan yang dilaksanakan. Witono (2025:50) dalam buku yang berjudul Pembelajaran Bermakna dalam Pendidikan dikatakan kolaborasi antara guru di sekolah dan orang tua di rumah menjadi landasan penting dalam memastikan pertumbuhan holistik murid. Sinergi antara kedua pihak ini menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung, memotivasi dan membantu murid mencapai puncak potensi yang dimiliki.

Sinergisitas mengembangkan visi bersama dalam membangun kekuatan untuk menganggapi tantangan masa kini. Sinergisitas menekankan tentang pentingnya saling belajar, berbagai program kegiatan dan praktik baik. Salah satu poin penting dalam kurikulum merdeka adalah kolaborasi dalam hal ini berkaitan dengan berbagi praktik baik (diseminasi) dari sekolah satu ke sekolah lain. Berbagai praktik baik merupakan kolaborasi satuan pendidikan untuk menjawab berbagai tantangan di sekolah masing-masing. Ini merupakan usaha untuk menyiapkan generasi emas dalam menghadapi tantangan pada masa yang akan datang.

Yang penting dalam kegiatan sinergisitas adalah belajar bersama dan menyiapkan generasi yang cerdas, humanis, peduli, kolaboratif dan tanggungjawab. Dunia pendidikan harus mampu menciptakan generasi yang bisa menjawab tantangan zaman di masa yang akan datang. Pendidikan diharapkan tidak hanya bergulat seputar metode, model dan media pembelajaran, tetapi belajar meningkatkan sinergisitas antarsekolah secara integral dan holistik. Mengingat peserta didik zaman sekarang generasi alpha (2010-2024) generasi yang dekat dengan teknologi. Dalam menanggapi berbagai tantangan pendidikan tidak lagi berjalan dengan satu arah, tetapi kolaborasi dalam seluruh kegiatan pembelajaran yang holistik antarpeserta didik, maupun guru dan peserta didik.

Pendidikan generasi alpha adalah pendidikan yang selalu koneksi dengan jaringan internet. Bagi siswa-siswi masa kini pendidikan selalu koneksi dengan jaringan internet. Kalau tidak menggunakan internet dalam kegiatan belajar, semangat belajarnya menurun. Ini menandakan bahwa kegiatan pembelajaran harus kreatif, inovatif dan kolaboratif. Kegiatan pembelajaran harus menjadi analisis kontekstual yang dihadapi siswa-siswi masa kini. Witono (2025:31-35) metode pembelajaran berpikir induktif menjadi sangat penting. Di mana peserta didik sejak dini dalam pembelajaran terkait dengan kehidupan sehari-hari akan membantu mereka membangun pemahaman lebih konstekstual sesuai dengan jati diri. Oleh karena itu pembelajaran berbasis analisis sosial (ansos) menjadi sangat penting untuk memecahkan persoalan yang riil dihadapi. 

Outputnya sinergisitas berbagi program kerja, berbagi praktik baik dari pelbagai tantangan dan solusi yang di sekolah masing-masing. Selain itu menghasilkan konten kreatif. Lewat konten kreatif dapat berbagai hal-hal baik kepada sekolah-sekolah lain. Konten kreatif sangat tepat menjadi aksi nyata dalam studi sinergisitas mengingat generasi alpha adalah generasi yang dekat dengan teknologi. Ajakan yang paling muda untuk meningkatkan sinergisitas melalui konten kreatif. Selain berbagi praktik baik, peserta didik semakin mengenal tantangan yang dihadapi di sekolah masing-masing, tetapi lebih dalam lagi, tentang membangun persahabatan dan kerja sama.

Pentingnya Sinodalitas

Kata sinodalitas berasal dari bahasa Yunani syn (bersama) hodos (jalan) sinodalitas berarti berjalan bersama. Untuk menjawab tantangan tidak lagi mengandalkan kekuatan pribadi, tetapi berjalan bersama, memecahkan masalah secara bersama-sama. Yang perlu tanamkan dalam diri peserta didik tentang pentingnya bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah kemajuan Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan). Cara kerja AI tidak berdiri sendiri. AI berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu, antara lain matematika, komputer, robotika, etika dll. Tantangan yang lain berkaitan dengan krisis lingkungan hidup. Masalah lingkungan hidup tidak dapat diselesaikan oleh orang perorangan. Ini adalah masalah bersama. Dalam kegiatan sinergistas, peserta didik diajarkan untuk menjaga lingkungan dengan membawa dan menggunakan wadah yang dibawa sendiri. Ini merupakan gerakan bersama untuk merawat lingkungan hidup.

Tujuan jalan bersama menyiapkan generasi emas pada tahun 20245 yang sudah dibekali dengan berbagai strategi kerja sama dalam mengatasi tantangan. Peserta didik menyokong dengan kerjasama yang kuat yang dimulai dari pendidikan dasar. Bukan tunggu di pendidikan tinggi. Peserta didik diajarkan bagaimana menyelesaikan masalah secara bersama-sama.

Peserta didik diajak bekerja sama untuk menjawab berbagai tantangan dari berbagai sumber partikular. Mulai saat ini dilatih untuk berkolaborasi mengalisis situasi yang dihadapi di sekolah masing-masing. Sekolah menjadi salah satu wadah mempersiapkan peserta didik menghadapi berbagai gejolak di masa yang akan datang dengan cara kolaborasi. Sekolah tempat di mana peserta didik saling belajar bersama kerja kelompok, presentasi kelompok, dan lain sebagainya. Dari sini tidak cukup dilaksanakan secara internal, tetapi juga bersama dengan sekolah lain, saling berbagi untuk membangun fondasi yang kuat dalam menghadapi tantangan.

Yang terpenting dalam kegiatan bersama adalah menyampaikan ide, gagasan atau argumentasi sehingga kolaboratif antara sekolah sungguh dirasakan oleh masing-masing peserta didik. Tanpa ide, gagasan dan argumentasi maka kolaborasi itu menjadi hampa. Itulah pentingnya kolaborasi bersama dalam mengembangkan pembelajaran di abad 21. Perkembangan pembelajaran abad 21 sangat realistis untuk dikembangkan dalam konteks pembelajaran kolaboratif antarpeserta didik di sekolah.

Sebagai catatan akhir sekolah tidak saja tempat untuk menimba pengetahuan, tetapi juga tempat untuk menemukan jati diri peserta didik yang siap menjawab tantangan zaman. Dalam berbagai aspek, mereka saling belajar antara satu dengan yang lainnya. Bukan saja tentang akademis tetapi juga tentang membentuk karakter dan pengembangan potensi yang mereka miliki. Pembentukkan karakter salah satu fondasi penting untuk menentukan generasi emas. Karakter yang baik mencetuskan berbagai mutu nilai-nilai kehidupan yang lebih baik. Itulah pentingnya jalan bersama dalam satuan pendidikan dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Kerja sama ini terus dibangun untuk mendukung generasi bangsa menuju pendidikan yang kompetitif (berdaya saing) secara global.**

 

*Penulis adalah Kepala SMP Bruder Pontianak; Alumni USD Yogyakarta.

Editor : Miftahul Khair
#opini #tantangan #generasi emas