Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pembangunan Sekolah Rakyat Dikebut, Progres Capai 90 Persen

Hanif PP • Minggu, 6 Juli 2025 | 10:44 WIB
Ilustrasi suasana gembira dalam kegiatan belajar mengajar
Ilustrasi suasana gembira dalam kegiatan belajar mengajar

PONTIANAK POST – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan maupun renovasi sekolah rakyat mencapai 90,72 persen. Mereka menargetkan seluruh pekerjaan dalam tahap 1A tersebut rampung pada 8 Juli lusa.

Pada tahap itu, Kemen PU merenovasi 65 lokasi yang ditetapkan untuk sekolah rakyat. Awalnya, Kementerian Sosial (Kemensos) hanya mengusulkan 45 lokasi. Namun, jumlah tersebut ditingkatkan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan 100 lokasi per tahun.

Di antara 65 lokasi tersebut, dua lokasi terpaksa dibatalkan, yakni di Papua Pegunungan karena kendala aksesibilitas dan di SMP Katingan, Kalimantan Tengah, karena penggunaan bangunan yang masih berjalan.

’’Dengan sisa waktu ini, insya Allah (renovasi) bisa terselesaikan,’’ kata Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kemen PU Essy Asiah.

Dia melanjutkan, renovasi tahap 1B juga telah dimulai. Terdapat 37 lokasi yang ditetapkan sehingga jumlah sekolah rakyat tahap 1 genap 100 lokasi. ’’Untuk 37 lokasi itu, kami mulai berkontrak pada 4 Juli dengan target penyelesaian akhir Juli nanti,’’ ungkapnya.

Essy menegaskan, dalam renovasi maupun pembangunan sekolah rakyat tersebut, Kemen PU tidak akan mengabaikan kualitas konstruksi. Termasuk dalam renovasi bangunan tahap 1A dengan waktu yang relatif singkat.

Menteri PU Dody Hanggodo menggarisbawahi pentingnya proyek itu sebagai upaya nyata mendukung pemerataan pendidikan di Indonesia. ’’Infrastruktur yang baik adalah kunci mendukung proses belajar-mengajar yang efektif dan berkualitas,’’ tambah dia.

Dia menyatakan, renovasi tersebut merupakan bagian dari transformasi awal sebelum pembangunan sekolah rakyat permanen dimulai pada tahap berikutnya. Sekolah rakyat sementara memanfaatkan bangunan eksisting seperti sentra-sentra milik Kementerian Sosial, aset pemda, maupun perguruan tinggi.

Terpisah, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Pekerjaan Umum siap memulai pembangunan 100 sekolah rakyat permanen pada September 2025, dengan target rampung Juni 2026. Bangunan gedung sekolah permanen tersebut berkapasitas sekitar 1.000 siswa per sekolah dan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.

“Yang sekarang ini adalah Sekolah Rakyat rintisan yang memanfaatkan fasilitas pemerintah pusat maupun daerah. Sekarang memang terbatas jumlah rombongan belajarnya, ada yang dua sampai empat kelas. Tapi, nanti sekolah permanen bisa menampung jauh lebih banyak,” ujarnya yang usai menutup retret Kepala Sekolah Tahap Kedua di Gedung Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kementerian Sosial Margaguna, Jakarta, Sabtu (5/7).

Selain menyiapkan gedung baru, Kementerian Sosial juga menyiapkan proses rekrutmen guru, kepala sekolah, tenaga pendidik, dan siswa secara simultan dengan renovasi dan pembangunan.

Saat ini, 100 titik pertama sekolah rakyat sudah mencatat lebih dari 9.700 siswa, sedangkan tahap kedua ditargetkan dapat menampung sekitar 10.000 siswa.

Menurut Saifullah, pembangunan sekolah rakyat permanen juga diikuti dengan penyesuaian dapur, asrama, dan fasilitas pendukung lain agar sesuai standar nasional. “Yang penting kita semua kolaborasi, tidak bisa dikerjakan sendiri. Kalau bersama, Insya Allah target ini bisa tercapai,” kata dia.

Kemensos memastikan Program Sekolah Rakyat tahap pertama akan memulai kegiatan matrikulasi atau masa orientasi pada 14 Juli 2025, diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa matrikulasi dan orientasi dirancang agar siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah barunya sebelum proses belajar dimulai.

“Hari pertama kita akan lakukan cek kesehatan bersama dengan Kementerian Kesehatan, dilanjutkan dengan orientasi sesuai jadwal yang sudah disusun Satgas,” katanya.

Program itu direncanakan berlangsung di 100 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah. Menteri Sosial memastikan bahwa semua persiapan untuk tahap pertama sudah hampir final dan siap dimulai sesuai dengan agenda yang ditentukan.

"Pada 9 Juli mendatang, Kementerian Sosial juga menggelar simulasi di dua titik, yakni Sentra Handayani di Bambu Apus, Jakarta Timur dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) di Bekasi, untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan," ujarnya.

Sekolah Rakyat akan menerapkan konsep asrama bagi siswa, guru dan kepala sekolah, serta kurikulum yang menggabungkan pendidikan formal dan pendidikan karakter.

Saifullah mengungkapkan bahwa kurikulum Sekolah Rakyat tetap memuat pelajaran umum, namun ditambah pendidikan karakter dan kegiatan ekstrakurikuler, untuk membentuk anak-anak yang pintar, berkarakter, dan cinta Indonesia.

Terkait peluncuran resmi bersama Presiden Prabowo, kata dia, masih akan disesuaikan waktu dengan kegiatan kepala negara. Namun, kegiatan orientasi dan matrikulasi sudah dapat dipastikan dimulai 14 Juli 2025 agar siswa dan guru langsung aktif di sekolah. (idr/dri/ant)

Editor : Hanif
#kemensos #pembangunan #PU #Sekolah Rakyat #Presiden Prabowo Subianto