Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Diplomat Arya Daru Ditemukan Tewas, Sempat Tangani TPPO ke Kamboja

Hanif PP • Kamis, 10 Juli 2025 | 10:09 WIB
Istri mendiang dan Pelayat mengiringi jenazah diplomat Arya Daru Pangayunan yang dimakamkan di Karawang, Rabu (10/7).
Istri mendiang dan Pelayat mengiringi jenazah diplomat Arya Daru Pangayunan yang dimakamkan di Karawang, Rabu (10/7).

PONTIANAK POST – Pada 29 Juli mendatang, Arya Daru Pangayunan sebenarnya akan berangkat ke Finlandia. Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) itu bakal menjalankan tugas barunya di KBRI Helsinki. Namun, nasib berkata lain. Diplomat 39 tahun itu ditemukan meninggal di kamar kosnya di Menteng, Jakarta, pada Selasa (8/7) pagi. Ketika ditemukan, kepalanya dilakban (lihat grafis). 

“Almarhum pribadi yang hangat, tenang, dan memiliki rasa ingin tahu tinggi. Kalau sudah diajak ngobrol, bisa cerita terus. Itu yang paling saya kangeni,” kata Meta Bagus, kakak ipar almarhum, sambil menahan tangis di rumah duka di kawasan Jalan Munggur, Jomblang, Bantul, Jogjakarta, kemarin (9/7).

Istri dan kedua anak alumnus Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta, itu tinggal di Bantul. Anak pertama kini duduk di bangku kelas 1 SMP, sementara adiknya kelas 4 SD.

Selama ini, istri Daru yang berstatus sebagai ibu rumah tangga kerap bolak-balik Jogja–Jakarta untuk menemui Daru, suaminya. "Istrinya tinggal di sini (Bantul, Red), karena anak-anak sekolah di sini dan perlu ditemani,” ungkap Meta sebagaimana dilansir Radar Jogja Grup Jawa Pos.

Kepolisian telah memeriksa empat saksi terkait kasus tersebut. "Kami sudah meminta keterangan dari tetangga, pemilik kos, penjaga kos, dan istrinya," kata Kapolsek Menteng Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rezha Rahandhi seperti dikutip dari Antara kemarin.

Selain telah memeriksa empat saksi, pihaknya juga sudah memeriksa kamera pengawas (CCTV) yang berada di lokasi tersebut. Namun, kata Rezha, CCTV yang ada masih menggunakan kartu memori dan langsung tertancap di kameranya.

"Jadi kami periksa satu-satu karena terpotong. Bukan CCTV yang recorder," ujarnya.

 

Ikuti Proses

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno menegaskan, pihaknya akan mengikuti proses yang berjalan di pihak berwajib. “Kepolisian tentunya memiliki standar khusus terkait penanganan kasus kriminal,” katanya di Jakarta kemarin.

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha menyatakan, Daru selama ini bertugas menangani isu-isu perlindungan WNI. “Dalam hal ini, Kementerian Luar Negeri menyampaikan duka cita yang mendalam kepada pihak keluarga,” ungkapnya.

Judha juga enggan berspekulasi terkait sejumlah dugaan yang muncul dalam kasus kematian stafnya ini. Salah satunya terkait kasus yang ditangani Daru. Dikabarkan, ia saksi kunci dalam kasus mafia perdagangan manusia di Kamboja yang telah memakan banyak korban.

“Kami tidak ingin berspekulasi, kita tunggu hasil penelitikan dari pihak kepolisian,” katanya. (cr2/mia/ttg)

Editor : Hanif
#diplomat #Arya daru pangayunan #kemenlu #tppo #wni #kamboja