PONTIANAK POST - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, tak hanya menjadi tempat bagi pembacaan pleidoi Tom Lembong, tetapi juga menjadi panggung bagi sorotan global terhadap sistem hukum Indonesia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, hadir langsung di ruang sidang, Rabu (9/7/2025), sebagai bentuk dukungan moral bagi koleganya sekaligus menyampaikan pesan keras, dunia sedang menonton.
Anies menegaskan, kasus dugaan korupsi importasi gula yang menjerat mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong telah menembus batas nasional.
Ia menyebut pemberitaan kasus ini muncul di berbagai media internasional, menunjukkan bahwa reputasi Indonesia dalam menegakkan hukum tengah diuji di mata dunia.
“Bisa lihat sendiri, kasus ini diliput oleh banyak media asing. Ini bukan hanya soal individu, tapi menyangkut nama baik bangsa,” tegas Anies di hadapan awak media.
Menurutnya, putusan pengadilan dalam perkara ini akan menjadi tolok ukur kredibilitas Indonesia.
Anies berharap sistem hukum Indonesia menunjukkan wajah keadilan yang sesungguhnya, bukan justru menambah daftar panjang skeptisisme internasional.
“Jangan sampai keputusannya membuat Indonesia makin tidak dipercaya,” tambahnya dengan nada serius.
Tom Lembong saat ini menghadapi tuntutan tujuh tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum atas dugaan keterlibatannya dalam korupsi importasi gula yang merugikan keuangan negara.
Ia dituduh melakukan pelanggaran secara bersama-sama dengan pihak lain dalam kebijakan impor yang bermasalah.
Namun bagi Anies, kasus ini bukan hanya soal kesalahan administratif atau pelanggaran etik.
Cara pengadilan menanganinya akan menjadi pesan politik dan hukum ke luar negeri.
“Keadilan di pengadilan hari ini mencerminkan posisi Indonesia besok di mata dunia,” ungkapnya.
Meski kasus ini berkaitan dengan persoalan teknis perdagangan, dampaknya justru melebar ke diplomasi internasional.
Media asing menyoroti bagaimana negara berkembang seperti Indonesia mengelola sistem peradilan terhadap mantan pejabat tinggi yang dikenal di lingkup global.
Lembong sendiri sebelumnya aktif di berbagai forum internasional, mulai dari pertemuan ekonomi global hingga diplomasi dagang ASEAN.(*)
Editor : Budi Miank