Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jalan Ambles di Jalur Denpasar–Gilimanuk, Sopir Truk Terjebak hingga Tiga Hari

Hanif PP • Jumat, 11 Juli 2025 | 09:21 WIB
TAK BISA MELINTAS: Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati berdialog dengan seorang sopir truk.
TAK BISA MELINTAS: Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati berdialog dengan seorang sopir truk.

Banyak sopir truk terjebak karena tak mendapat informasi sebelumnya atau memang nekat mencoba dan berharap bisa lewat. Jalur alternatifnya, selain rutenya lebih berisiko, juga butuh biaya tambahan untuk bahan bakar.

JULIADI, Tabanan


TRUK-truk bertonase besar berjejeran di sepanjang Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk, Bali. Bukan untuk berdemonstrasi, tapi untuk menginap.

Mereka menunggu proses perbaikan jalan yang ambles di kawasan Pasar Bajera, Selemadeg, Tabanan. Jalur utama penghubung dari Denpasar, ibu kota Bali, ke Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, dan sebaliknya itu ambles selebar sekitar 6 meter akibat longsor pada Senin (7/7).

"Sudah terlanjur di sini, mau putar balik juga cukup jauh. Kalau pakai jalan alternatif Denpasar–Singaraja untuk menuju Gilimanuk, risiko tinggi. Begitu pula sebaliknya dari arah Gilimanuk pakai jalur itu," ujar Kasdi, salah seorang sopir truk, kemarin (10/7).

Jarak dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pasar Bajera sekitar 90 km. Jalur tersebut menjadi penghubung utama arus distribusi masuk-keluar Bali, juga arus pariwisata.

Akibat jalan ambles, truk-truk bertonase besar dan bus pengangkut wisatawan tak bisa lewat jalur tersebut. Pilihannya, salah satunya, melalui jalur Denpasar–Singaraja dengan rute lebih ekstrem. "Saya sudah tiga hari menginap di sini," aku Kasdi.

Sopir 69 tahun asal Kudus, Jawa Tengah, itu terjebak setelah mengantarkan barang elektronik ke Gianyar dan hendak balik ke arah Gilimanuk. Dia tak sendirian. Dari arah yang sama dengannya atau dari timur, ada deret panjang kendaraan truk-truk bertonase berat yang parkir di pinggir jalan. Mulai dari sekitar SPBU Desa Berembeng sampai wilayah Selemadeg.

 

Proses Perbaikan

Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Jatim–Bali terus mempercepat proses perbaikan jalan ambles tersebut. Sampai dengan tadi malam, terpasang 10 dari 12 box culvert berukuran 2 x 2 meter yang direncanakan.

"Setelah 12 box culvert terpasang, baru selanjutnya kami akan memasang beton siku sebagai pengaman dari box culvert yang terpasang," ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Jalan Nasional Satker PJN Wilayah 1 Bali, Pramono Tri Yulianto kemarin.

Pramono melanjutkan, para pekerja melakukan pengerjaan selama 24 jam dengan terbagi menjadi dua shift, termasuk dari alat berat yang diturunkan saat ini. Soal faktor cuaca, Pramono menyebut, dalam tiga hari ini masih panas.

"Mudah-mudahan tidak turun hujan dulu, sehingga bisa mempercepat perbaikan," katanya.

Prediksi semula, pengerjaan membutuhkan waktu sekitar sebulan. Tapi, diharapkan bisa berjalan lebih cepat.

 

Tambahan Biaya

Jika memakai jalur alternatif, para sopir tentu harus menyiapkan biaya tambahan untuk pengisian bahan bakar. Roni, sopir lainnya, mengaku tengah berkomunikasi dengan pemilik barang yang dia angkut.

Truk yang disopiri pengemudi asal Surabaya itu mengangkut mesin pengolahan limbah yang dibawa dari Ketewel, Gianyar, menuju Solo. "Kalau saya sih setoran, bukan borongan. Jadi ya harus konfirmasi dulu. Kalau muter lewat Singaraja, risikonya tinggi banget, jalanan sempit, bukit-bukit," ujarnya.

Roni menilai, jalur alternatif melewati Karangasem lebih tidak berisiko. "Lebih mendingan, tidak seberat jalur Denpasar–Singaraja," jelasnya.

 

Cek Lapangan

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati turun langsung mengecek keberadaan truk-truk yang parkir di sepanjang pinggir jalan nasional sembari membagikan makanan kemarin. Pihaknya, kata Putu, juga sudah melakukan pengalihan arus lalu lintas.

Pengalihan arus lalu lintas itu untuk kendaraan roda enam ke atas, truk tronton, dan kendaraan berat lain. Polres Tabanan telah melakukan koordinasi dengan Polres Jembrana, Polres Buleleng, Polres Badung, dan Polres Karangasem.

Khusus kendaraan roda dua, roda empat, dan roda enam yang akan menuju arah Jembrana dan Gilimanuk masih bisa melewati jalur alternatif di kawasan Bajera, Tabanan. Dari simpang Bajera ke selatan menuju Jalan Serma Arda, Jalan Sruti, Jalan Anusapati, dan tembus kembali ke jalan nasional.

Para sopir yang parkir di pinggir jalan, kata Putu, sebagian karena tak mendapat informasi tentang jalan ambles. Ada pula yang nekat tetap menuju lokasi, berharap bisa lewat atau mencari jalur alternatif, tapi akhirnya terjebak karena kapasitas jalan alternatif tak mencukupi.

"Sehingga terpaksa ada dari mereka yang menginap, ada pula yang putar balik," ucapnya. (*/ttg)

Editor : Hanif
#jalur alternatif #sopir truk #berisiko #jalan ambles #tabanan #terjebak