PONTIANAK POST - Pencarian korban hilang pasca-tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya berlanjut, kemarin. Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu korban meninggal dunia di Perairan Pengambengan Jembrana, Sabtu (12/7).
Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas Laksamana Muda TNI (Purn) R. Eko Suyatno menyampaikan bahwa korban tersebut menjadi korban ke-48 yang berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Korban ditemukan sekitar pukul 10.00-10.30 WITA.
”Korban berhasil dievakuasi pukul 10.40 WITA, selanjutnya dibawa menuju RSUD Blambangan menggunakan ambulance Sahabat Shubuh,” terang dia.
Berdasarkan laporan dari Tim SAR Gabungan, korban ditemukan pada koordinat 08°24.407'S 114°33.367'E. Korban memiliki ciri-ciri jenis kelamin perempuan, mengenakan celana panjang berwarna hitam, dan mengenakan bram berwarna hitam.
”Saat ini korban masih dalam proses identifikasi,” ungkap Eko.
Sesuai dengan manifest pelayaran KMP Tunu Pratama Jaya, total tercatat ada 65 orang yang turut serta dalam pelayaran kapal tersebut dari Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk di Bali. Artinya, masih ada 17 korban hilang. Operasi pencarian sudah diperpanjang sebanyak dua kali dan masih terus berlanjut.
Tim SAR gabungan kembali memperpanjang operasi pencarian korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya selama tiga hari, mulai Sabtu (12/7) hingga Senin (14/7).
Ini merupakan perpanjangan kedua. Sebab sebelumnya, operasi SAR telah diperpanjang selama tiga hari (9-11/7) dari standar operasional prosedur (SOP) operasi SAR selama tujuh hari sejak kejadian. Keputusan perpanjangan diambil, karena alasan manusia dan masih adanya 18 korban yang belum ditemukan.
"Jadi, operasi SAR (KMP Tunu Pratama Jaya) diperpanjang lagi selama tiga hari ke depan, dan dalam tiga hari juga akan dievaluasi, apakah nantinya akan diperpanjang lagi atau tidak," tutur Eko dalam keterangannya, Sabtu (12/7).
Sebelumnya, KRI Spica-934 milik Pusat Hidrografi dan Oseanografis TNI AL (Pushidrosal) sudah melakukan 3 fase pencitraan bawah air menggunakan Magnetometer, Multibeam Echosounder, dan Side Scan Sonar. Sementara KRI Pulau Fanildo-732 dan KAL Sembulungan bersama tim penyelam sudah melaksanakan pencarian di bawah air dengan menggunakan ROV.
Hasilnya, mereka mendapati bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang terletak tidak jauh dari kabel bawah laut milik PT PLN. Di sekitar bangkai kapal tersebut terdapat 5 kabel bawah laut yang digunakan untuk menyuplai kebutuhan listrik di Pulau Bali. Karena itu operasi pencarian dilaksanakan dengan sangat hati-hati.
Visualisasi Bangkai KMP Tunu Posisi Terbalik
Sementara itu, Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan memvisualisasikan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya dalam kondisi terbalik di dasar laut Selat Bali pada Sabtu (12/7).
Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas Ribut Eko Suyatno mengatakan tim Unit Pencarian dan Pertolongan (SRU) laut melaksanakan operasi SAR bawah air dan mendapatkan visual posisi KMP Tunu di titik referensi delapan.
"Alhamdulillah, tim SRU laut menggunakan kamera bawah air dan mendapatkan visual objek (KMP Tunu) dalam kondisi terbalik dan nama kapal juga tertera," kata Eko.
Dengan mendapatkan visual posisi bangkai KMP Tunu, lanjut dia, pihaknya akan segera melaporkan kepada Kepala Basarnas dan Menteri Perhubungan (Menhub).
Sementara, SRU darat Banyuwangi yang dipimpin oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, kata Eko, terus melakukan pencarian korban di sepanjang Pantai Ketapang hingga Pantai Muncar (Banyuwangi).
Data Posko Operasi SAR dan Potensi SAR Gabungan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menyebutkan hingga Sabtu malam jumlah korban selamat tercatat 30 orang, 18 korban ditemukan meninggal (3 proses identifikasi), dan 17 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian. (*/jp/ant)
Editor : Hanif