PONTIANAK POST – Ditpolairud Polda Jatim merilis foto bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali, kemarin (13/7). Foto dari survei Multibeam Echosounder (MBES) tersebut menunjukkan bodi kapal terlihat lebih jelas. Posisi kapal berusia 15 tahun itu berada di kedalaman 50 meter dan berjarak cukup jauh dari titik tenggelam.
Pengambilan gambar itu untuk kepentingan penyelidikan dalam rangka mencari penyebab tenggelamnya kapal. Sesuai spesifikasi, kapal tersebut memiliki panjang 65,49 meter, lebar 12,37 meter, dan tinggi 9,22 meter.
”Posisi kapal terbalik. Pengambilan gambar dan video kami lakukan untuk kepentingan penyelidikan (scientific investigation) yang didukung teknologi canggih. Penyelidikan menggunakan metode ilmiah untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan bukti terkait tindak pidana perkara kapal tenggelam,’’ ungkap Dirpolairud Polda Jatim Kombespol Arman Asmara Syarifuddin kemarin (13/7) dilansir dari Radar Banyuwangi Jawa Pos Grup.
Menurut Arman, ada beberapa tahapan yang dilalui untuk menemukan posisi kapal. Tahap pertama dengan MBES, side scan sonar, dan dengan video dengan ROV (Remotely Operatored Underwater Vehicle). Kedua, memantau posisi kapal di dasar laut agar tidak bergeser dengan mengeluarkan bubble trap dalam tangki dengan bantuan hot typing system. ”Skema berikutnya adalah pengangkatan dan pembersihan bangkai kapal,’’ kata Arman yang juga mantan Kapolresta Banyuwangi.
Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya terlihat jelas dengan posisi terbalik, sesuai spesifikasi kapal. ”Kami sudah mendapatkan secara jelas koordinat bangkai kapal seperti dalam gambar. Dari hasil ROV akan lebih jelas visualisasinya, termasuk tulisan kapalnya,’’ ujar Arman.
Kegiatan tersebut, kata Arman, tetap dikoordinasikan dengan Basarnas. Tujuannya, untuk melakukan investigasi penyebab kecelakaan laut. Sebab, dari informasi yang beredar, penyebab kapal tenggelam akibat ruang mesin bocor, ombak besar, dan kelebihan muatan. ”Untuk mengungkap penyebabnya secara ilmah, perlu dilakukan investigasi secara menyeluruh yang didukung dengan teknologi canggih,’’ paparnya.
Selain itu, untuk mengungkap penyebab kapal tenggelam, penyidik telah memintai keterangan 54 saksi, mulai dari keluarga korban, ABK, hingga korban yang selamat. Arman menambahkan, karena posisi kapal terbalik, cukup sulit untuk melakukan evakuasi. ”Arus bawah laut sangat kencang, makanya dilakukan upaya yang lebih modern untuk mempermudah proses evakuasi kapal. Untuk kepentingan investigasi, kita telah menurunkan empat tim untuk bekerja di semua tahapan,’’ terangnya.
Santunan dari Pemprov Jatim
Pemprov Jatim memberikan perhatian khusus pada tragedi yang menimpa KMP Tunu Pratama Jaya. Selain dukungan SAR, pemprov juga memberikan santuan untuk para ahli waris dari korban yang meninggal.
Hingga kemarin (18/7), tercatat ada 18 korban yang ditemukan meninggal dunia. Sebanyak 10 orang berKTP Jatim. Ahli waris mereka akan mendapatkan santunan dari pemprov masing-masing Rp 10 juta. ”Kami ikut berduka. Sudah saya perintahkan tim dari BPBD dan Tagana dari Dinsos Jatim untuk bertakziah ke beberapa rumah korban,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Dia memastikan jika proses pencarian korban terus berjalan. ”Saya sudah meninjau operation room yang ada di Pelabuhan Ketapang bersama tim gabungan untuk menganalisis pergerakan arus laut di Selat Bali agar bisa memudahkan proses pencarian korban,” tambah Khofifah.
Tim SAR telah memperpanjang proses pencarian korban selama tiga hari dan berakhir hari ini (13/7). Namun, masih ada puluhan korban yang belum ditemukan. Proses evakuasi berpotensi kembali diperpanjang.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menambahkan, para personel terus bergerak melakukan pencarian. Areanya diperluas. ”Yang terbaru, kami fokus pada titik ditemukannya kapal,” kata Gatot.
Menurut Gatot, bila cuaca dan area sekitar memungkinkan, tim penyelam akan masuk untuk mengecek kondisi bangkai kapal. (rio/aif/hen/aph)
Editor : Hanif