PONTIANAK POST - Sebuah fenomena langka di langit Makkah, yakni matahari berada tepat di atas Kakbah akan terjadi pada besok, Selasa 15 Juli 2025.
Peristiwa ini dikenal dengan nama Istiwa A‘zam dan bisa dimanfaatkan oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, untuk memastikan kembali arah kiblat dengan cara yang sangat mudah.
Fenomena alam ini hanya terjadi dua kali dalam setahun dan telah dikonfirmasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) sebagai momen paling akurat untuk melakukan pengecekan arah kiblat tanpa bantuan alat canggih.
Saat Istiwa A‘zam berlangsung, bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan menunjuk arah yang berlawanan dari Kakbah.
Artinya, arah bayangan tersebut dapat menjadi patokan untuk meluruskan kiblat.
Menurut Kemenag, peristiwa ini tidak membutuhkan keahlian khusus atau perangkat teknologi.
Cukup dengan memanfaatkan sinar matahari dan benda yang berdiri tegak, siapa pun bisa mengecek sendiri apakah arah kiblat yang digunakan selama ini sudah benar atau perlu disesuaikan
Apa Itu Istiwa A‘zam dan Mengapa Penting?
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan Istiwa A‘zam yang juga dikenal sebagai Rashdul Kiblat, adalah peristiwa ketika posisi matahari tepat berada di atas Kakbah.
Momen ini akan terjadi pada hari Selasa dan Rabu, 15 dan 16 Juli 2025, bertepatan dengan 19 dan 20 Muharam 1447 H, pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA.
Saat itulah, bayangan dari benda apa pun yang berdiri tegak lurus akan menunjuk arah berlawanan dari kiblat.
Dengan kata lain, kita bisa menggunakan arah bayangan tersebut untuk menentukan arah kiblat secara akurat, hanya dengan mengandalkan sinar matahari.
Bagi yang selama ini merasa ragu dengan arah kiblat di rumah, kantor, masjid, atau mushala, momen ini adalah saat paling tepat untuk melakukan koreksi. (mif)
Editor : Miftahul Khair