Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jamaah Haji Ini Tak Pernah Berpisah: Pengajian yang Merawat Iman dan Ukhuwah

Salman Busrah • Minggu, 20 Juli 2025 | 10:49 WIB
Kebersamaan jamaah haji KBIH Arafah 2019 terus terjaga lewat majelis pengajian dan silaturahmi rutin.
Kebersamaan jamaah haji KBIH Arafah 2019 terus terjaga lewat majelis pengajian dan silaturahmi rutin.

PONTIANAK POST - Enam tahun telah berlalu sejak musim haji 2019. Namun bagi sekelompok jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arafah, ibadah di tanah suci bukanlah titik akhir perjalanan spiritual mereka—justru menjadi sebuah permulaan. Permulaan dari ikatan yang bernama Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) KBIH Arafah 2019.

Mereka bukan sekadar alumni ibadah haji. Mereka adalah keluarga besar yang telah enam tahun tanpa henti menghidupkan kegiatan pengajian bulanan, berpindah dari satu rumah anggota ke rumah lainnya. Pengajian ini menjadi ruang untuk saling menguatkan iman, menyambung silaturahmi, dan menyalakan kembali semangat ibadah di tengah kesibukan duniawi.

Pada Minggu, 20 Juli 2025, pengajian kembali digelar di kediaman H. Suntoro. Kali ini istimewa, karena turut dihadiri Konsulat Malaysia di Pontianak, Azizul Zekri, sebagai bentuk apresiasi dan silaturahmi lintas negara. Tausiyah dibawakan oleh Ustadz Hafidz Faturrahman, M.Pd.I., yang mengangkat makna keberkahan dalam kebersamaan. Ia mengutip hadist Rasulullah SAW bahwa orang-orang yang dimudahkan Allah untuk berbuat baik dalam urusan agama adalah hamba yang dicintai-Nya. “Kalian datang ke majelis ini bukan tanpa sebab. Itu pertanda kebaikan dari Allah. Maka perbanyaklah bersyukur,” ujarnya.

Ibu-ibu jamaah haji KBIH Arafah 2019 antusias mengikuti pengajian sambil mempererat ukhuwah.
Ibu-ibu jamaah haji KBIH Arafah 2019 antusias mengikuti pengajian sambil mempererat ukhuwah.

Seperti biasa, pengajian diawali dengan khataman Al-Qur’an, di mana setiap anggota membaca satu juz. Tak tanggung-tanggung, dalam sebulan mereka bisa menyelesaikan empat kali khataman. Hingga kini, tercatat sudah 114 kali khataman Qur’an dilakukan bersama. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan dzikir, istighfar, serta pengumpulan infaq dan sedekah. Dana yang terkumpul tak dibiarkan mengendap—melainkan langsung disalurkan, diwakafkan untuk pembangunan masjid atau pondok pesantren.

Edi Ermansyah, selaku Ketua IPHI KBIH Arafah 2019, tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangganya. “Ini bukan organisasi biasa. Ini persaudaraan yang dibangun di atas cinta kepada Allah dan rindu kepada ibadah,” ucapnya.

Tak hanya berhenti pada pengajian, komunitas ini juga aktif dalam kegiatan wisata religi—dari Singkawang hingga Pulau Lemukutan, dari Kuching di Sarawak hingga pengajian bersama penyandang tunanetra. Dan dalam waktu dekat, Oktober mendatang, mereka akan menunaikan umrah bersama, sebagai bentuk penyegaran ruhani dan meneguhkan kembali ikrar haji yang pernah terucap di Tanah Haram.

IPHI KBIH Arafah 2019 mengajarkan kita bahwa haji sejati bukan hanya soal menapaki Makkah dan Madinah, tapi bagaimana jejak itu terus hidup di kampung halaman. Mereka telah membuktikan bahwa ibadah haji bukan akhir dari perjalanan, tapi justru awal dari sebuah persaudaraan panjang yang dirahmati Allah.**

Editor : Hanif
#musim haji 2019 #iphi #Jamaah haji #KBIH Arafah #tanah suci #perjalanan spiritual