PONTIANAK POST – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerima kunjungan seorang pria asal Kalimantan Timur bernama Aksar.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi menanyakan identitas tamunya.
"Bapak siapa namanya?" tanya Dedi.
"Aksar Pak," jawabnya singkat.
Dedi pun ingin tahu alasan kedatangan Aksar dari tempat yang jauh. "Dia pengen minum sisa beliau," ucap Aksar mengenai permintaan istrinya.
Dedi sempat terkejut. "Minum sisa saya? Mau ngapain?" tanyanya lagi.
Aksar kemudian menjelaskan bahwa istrinya mengharapkan anak mereka kelak bisa meniru kepandaian Dedi Mulyadi. "Niatnya dia, kalau anaknya lahir bisa niru kepandaian," jelas Aksar.
Namun, Dedi Mulyadi merendah dan mengatakan bahwa dirinya bukanlah orang pandai seperti yang dibayangkan.
"Wah, saya engga pandai Pak. Saya engga pandai, saya engga seperti apa yang istri kira, banyak kekurangannya," tegas Dedi.
Meski begitu, Dedi tetap meladeni permintaan tersebut dengan membuka botol air mineral, meminumnya sedikit, lalu menyerahkannya kepada Aksar. "Terus apalagi? Cuman minum bekas aja," ujarnya.
Aksar menegaskan bahwa permintaan air minum itu sudah cukup baginya.
"Ini Pak, jauh-jauh dari Kalimantan. Ini aja cukup," katanya.
Ia juga menceritakan bahwa dirinya berangkat dari Kalimantan Timur bersama sang istri. "Istrinya mana?" tanya Dedi Mulyadi.
"Semarang, sudah engga kuat (menunjuk ke arah perut)," jawab Aksar.
Menurut penuturan Aksar, sang istri saat ini tengah hamil tujuh bulan ketika mereka memutuskan pergi ke Lembur Pakuan.
Mendengar itu, Dedi sempat menyayangkan keputusan tersebut. "Ngapain istri hamil 7 bulan dibawa ke sini. Bapak nyusah-nyusahin," ucap Dedi.
Aksar lalu menyampaikan bahwa istrinya adalah penggemar berat Dedi Mulyadi sejak lama.
"Dia kan ngefans sama bapak ya. Hapenya dia ini penuh dengan video Bapak. Dari gadisnya fans sama Bapak," ujar Aksar.
Saat ditanya di mana sang istri kini tinggal, Aksar menjawab bahwa istrinya sedang berada di Semarang dan dititipkan pada temannya.
"Sekarang istrinya tinggal di mana, di Semarang?" tanya Dedi.
"Aku titip sama teman," jelasnya. (*)
Editor : Miftahul Khair