PONTIANAK POST - Sebuah video pengakuan mengejutkan dari seorang perempuan dalam acara kajian viral tengah menjadi sorotan publik.
Dalam video yang kini telah dihapus dari akun resminya namun terlanjur menyebar luas di media sosial, perempuan tersebut mengaku pernah diminta oleh suami keduanya untuk melakukan poliandri. Bahkan, ia menyatakan telah disuruh berhubungan badan dengan pria lain di depan suaminya sendiri.
“Dan yang paling parahnya dia sampai berkali-kali menyuruh saya poliandri, ustaz. Suami saya yang kedua menyuruh saya berpoliandri dan menyuruh saya berhubungan badan dengan pria lain di depan matanya, ustaz,” ujar perempuan tersebut dalam video yang memicu berbagai reaksi dari publik, mulai dari kemarahan, empati, hingga rasa tidak percaya.
Tak lama setelah pengakuan itu viral, pria yang disebut sebagai suami kedua akhirnya muncul memberikan klarifikasi. Melalui akun Instagram @dikaperkasa_, ia mengunggah sebuah video yang menjelaskan sudut pandangnya terkait isu yang sudah kadung menyebar dan menimbulkan kehebohan.
Dalam klarifikasinya, Dika, begitu ia menyebut dirinya, menilai bahwa apa yang terjadi bukan semata soal narasi yang tersebar, tetapi lebih dalam menyangkut luka batin sang istri yang menurutnya belum pulih sejak pernikahan sebelumnya.
“Saya sudah melihat semuanya, video dari awal sampai akhir. Saya menyimak dari sudut pandang yang berbeda, bahwa ini adalah tentang luka batin yang sangat dalam selama 11 tahun pernikahan,” jelasnya.
Dika mengaku telah berusaha menjalani peran sebagai suami dengan baik, bahkan selalu memenuhi kebutuhan sang istri termasuk dalam hal materi seperti gawai dan perangkat elektronik.
Ia merasa telah berkorban banyak dalam pernikahan mereka, namun luka lama yang belum sembuh membuat hubungan mereka tidak berjalan sehat.
“Saya berikan. Apa pun itu saya turutin untuk istri saya, prioritas,” ungkap Dika. Ia menyayangkan bahwa semua upayanya tidak cukup untuk menyembuhkan luka batin yang dialami pasangannya. Menurutnya, ini menjadi pelajaran penting dalam berumah tangga.
Dika juga meminta masyarakat untuk tidak gegabah dalam menanggapi isu ini. Ia mengimbau netizen untuk tidak melontarkan hujatan kepada pihak mana pun karena ia percaya bahwa ada sisi lain yang tidak diketahui banyak orang.
“Saya mohon kepada netizen, jangan ada yang menghujat sama sekali. Karena ini tentang sisi lain, yang dimana luka batin. Saya pun juga terluka,” ujarnya.
Selain persoalan emosional, Dika mengungkapkan bahwa pernikahannya dengan sang istri saat ini tengah berada di ujung tanduk. Gugatan cerai telah dilayangkan sejak 2 Mei lalu.
Ia juga menyebut ada dampak finansial yang cukup besar dari masalah ini, termasuk rumah orang tuanya yang tergadai, kendaraan yang hilang, dan usaha dagangnya yang ikut terdampak.
“Yang dimana tanggal 2 Mei saya digugat cerai. Dan rumah orang tua saya tergadai, lalu ada mobil saya yang tergadai. Yang ketiga, ada usaha saya yang beberapa diambil, seperti itu kan, dagangan dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Di akhir klarifikasinya, Dika berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran bersama tentang pentingnya menyembuhkan luka batin sebelum memulai hubungan baru.
Ia juga meminta semua pihak untuk bijak dan tidak memperkeruh suasana dengan komentar negatif yang bisa menambah luka bagi pihak-pihak yang terlibat.
“Insyaallah Allah memberikan semuanya. Banyak mungkin suami yang juga seperti itu tapi menahan. Tapi kalau untuk saya sendiri, karena ini sudah tayang, mau tidak mau, ini untuk pelajaran buat semuanya,” pungkas Dika. (*)
Editor : Miftahul Khair